Setelah tahun lalu menyabet Gold Medal dalam Lomba Paduan Suara tingkat internasional di Surabaya, pada Jumat, 14 November 2025 lalu, Beauty Voice Choir (BVC), ekstrakurikuler paduan suara SD Kanisius Kurmosari, berhasil meraih Gold Medal pada ajang Karangturi International Choir Competition (KICC). Berlomba dalam kategori Children, BVC ini berhasil mengalahkan sembilan tim lainnya yang berasal dari Semarang dan sekitarnya. KICC 2025 ini melibatkan sejumlah juri ternama dari dalam dan luar negeri. Ada Lee Shiak Yao dari Malaysia, Dr. Arwin Q. Tan dan Jude Bautista Roldan dari Filipina, serta Aning Katamsi, Agustinus Bambangan Jusana, Ken Steven, Indra Listiyanto dan Agastya Rama lIstya dari Indonesia.
Perjalanan Panjang
Beauty Voice Choir beranggotakan 42 murid dari kelas 3-6 yang merupakan hasil seleksi dari 424 murid di SD Kanisius Kurmosari. Di bawah bimbingan Bu Shinta Kristiana Putri selaku pendamping ekskul BVC dan Pak Frederico Erick Prihartanto selaku pelatih, paduan suara ini berproses selama setahun. Tidak mudah untuk menemani dan memfasilitasi paduan suara untuk anak SD hingga mengikuti kompetisi. Akan tetapi melalui kerja sama yang solid dengan orang tua dan dukungan donatur, anak-anak menjadi penuh semangat, tekun, dan gairah yang bernyala-nyala. Paduan suara ini semakin menunjukan tajinya.
Gold Medal
Untuk sampai pada KICC, BVC berlatih satu kali selama dua jam setiap minggu. Tiga bulan sebelum lomba, intensitasnya menjadi 3-4 kali latihan dalam seminggu. Sebulan terakhir, latihannya setiap hari. Kendati jadwal latihan begitu padat, tidak ada keluhan yang muncul. Anak-anak pun konsekuen menjalani pantangan. Salah satunya pantangan adalah minum es. Mereka sendirilah yang saling mengingatkan satu sama lain untuk menjaga kualitas suaranya.
Tangis haru orang tua, para guru, dan anak-anak pecah ketika tahu bahwa BVC berhasil meraih gold medal. Para guru dan orang tua awalnya ragu karena saingannya bagus-bagus. Akan tetapi keraguan itu dibayar tuntas oleh laskar Kurmosari yang tampil begitu memukau. BVC berhasil membawakan lagu Kooden dari Tobin Stokes, Kasih Bunda, dan Anak Gembala dari Poedji Soesila dengan suara nan merdu dan gerakan yang begitu dinamis.
Di balik, prestasi membanggakan ini, nilai yang disasar dari BVC adalah pembentukan karakter - kedisiplinan, ketekunan, semangat berbagi, bekerja sama, saling melengkapi dalam diri anak-anak, dan juga orang tua. Sekolah, orang tua, dan para donatur pun bekerja sama untuk mengumpulkan dana dan menyediakan segala yang dibutuhkan. Semoga dengan prestasi kali ini, ke depannya anak-anak, orang tua, yayasan, dan para donatur semakin bersemangat untuk mempersiapkan diri untuk pengembangan selanjutnya. Dan yang paling dekat adalah rencana mengikuti ajang yang serupa di tahun 2026 mendatang di Jakarta.