Jumat, 21 November 2025. Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak Kanisius Jimbaran. Semenjak diberitahu bahwa para frater dari Novisiat Girisonta akan berkunjung ke Kanisius Jimbaran, mereka sudah tak sabar bisa bermain, belajar, bergembira, dan berdinamika bersama frater.
Tepat pukul 07.00 para frater datang dan kami memulai hari dengan perkenalan karena ada istilah “tak kenal maka tak sayang”.
Ada enam frater yang akan mengajar di kelas-kelas, artinya satu kelas ada satu frater yang akan mendampingi anak-anak di kelas.
Kami menerapkan beberapa olah di Kanisius Jimbaran, salah satunya adalah OLAHRAGA. Tujuannya adalah agar anak-anak mampu mengelola tubuhnya sendiri dengan bergerak, tentunya melalui Senam Anak Indonesia Hebat dan Senam Maumere yang biasa kami lakukan setiap hari.
Dengan bergerak diharapkan dapat menjaga daya tahan tubuh dan menjaga kualitas hidup sehingga lebih bersemangat dalam belajar. Setelah olahraga kami mendengarkan cerita dongeng dari Frater Arnold. Di dalam literasi ini, kami ingin anak-anak bisa mengolah rasa untuk sejenak diam dan mendengarkan dongeng. Bukan isi dongeng yang kami utamakan, tetapi nilai Kanisius kedisiplinan untuk bisa menghargai orang yang sedang berbicara. Kami memberikan istilah OLAH RASA. Anak-anak belajar mengolah rasa untuk sejenak diam mendengarkan.
Anak-anak dengan antusias menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh frater. Senang sekali rasanya melihat mereka bersemangat. Mereka kemudian menuliskan judul dan ringkasan cerita di buku literasi masing-masing secara sederhana. Inilah yang kami sebut OLAH CIPTA. Anak-anak mampu menangkap apa yang disampaikan oleh frater dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Anak-anak kelas 1 dan 2 menulis judul cerita. Sedangkan anak-anak Kelas 3 sampai 6 menuliskan ringkasan cerita yang sudah dibacakan oleh frater.
Kegiatan kami hari ini dijeda dengan kegiatan makan sehat dan bergizi. Kebetulan menu hari ini adalah ayam srundeng, sayur sawi dan wortel, tempe goreng dan buah kelengkeng. Anak-anak makan dengan lahap.
Olahraga sudah, olah rasa sudah, olah cipta sudah. Saatnya kami berdinamika bersama dengan frater di dalam kelas. Ini kami beri nama OLAH AKAL. Tujuannya adalah mendampingi anak-anak dengan cara yang unik dan personal yaitu sehingga setiap anak dapat berkembang dengan maksimal (cura personalis). Sebelumnya kami sudah berdiskusi dengan frater kebutuhan khusus anak-anak di dalam kelas dan para frater ditempatkan di kelas sesuai kebutuhan itu.
Kelas 1 belajar bersama Frater Arnold dan diajak untuk menanam cocor bebek sebagai bentuk cinta terhadap ibu bumi.
Kelas 2 belajar bersama Frater Winu dan diajak belajar mengenai urutan penciptaan alam semesta. Satu hal yang membuat anak-anak heboh adalah mereka dibagi dua kelompok. Ketika mau menjawab pertanyaan, mereka harus menirukan suara kucing dan suara anjing lebih dulu baru bisa menjawab pertanyaan dan ini yang membuat kelas terasa sangat menggembirakan dengan tawa mereka.
Kelas 3 belajar bersama Frater Karel. Mereka diajak mewarnai dan diajak bermain untuk melatih konsentrasi.
Kelas 4 belajar bersama Frater Deo tentang hewan dan tumbuhan sahabat kita bersama. Mereka diajak membuat bunga tulip dan bunga matahari dari kertas origami. Dan anak-anak begitu menikmati proses ini.
Kelas 5 belajar bersama Frater Halford mengenai harapan dan cita-cita. Mereka diajak menyusun puzzle per kelompok dan setiap kelompok menebak gambar puzzle milik kelompok lain serta menuliskan harapan mereka di kertas berbentuk bunga.
Kelas 6 belajar bersama Frater Egwin mengenai makna suatu benda. Dia membawa kotak hadiah berisi macam-macam benda yang mengandung banyak arti dan perumpamaan.
Semua anak menikmati dan bergembira bersama para frater. Banyak hal yang dipelajari hari ini, bukan hanya tentang olahraga, olah rasa, olah cipta, dan olah akal tetapi tentang bagaimana menjadi anak Kanisius yang disiplin, unggul, peduli, jujur, dan merdeka.