Di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan etika, SMP Kanisius Kalasan memperkuat fondasinya dengan cara yang sederhana namun mendalam melalui doa rosario. Tradisi doa rosario bersama bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan pilar utama yang secara konsisten menopang dan menumbuhkan iman yang teguh serta moralitas yang luhur dalam diri setiap murid. Tradisi yang tak lekang oleh waktu ini dilaksanakan secara rutin setiap bulan Mei dan Oktober di setiap hari Selasa dan Kamis.
Pada awal pembukaan doa rosario, seluruh murid kelas 7, 8 dan 9 serta guru dan karyawan berkumpul di Gereja Maria Marganingsih Kalasan dengan rosario di tangan. Mereka memanjatkan doa, merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus melalui pandangan Bunda Maria. Kegiatan ini dipimpin secara bergantian oleh para murid untuk melatih kepercayaan diri dan kepemimpinan mereka. Berada di lingkungan Gereja menjadi salah satu keuntungan tersendiri bagi kami. Dengan berdoa bersama di Gereja, suasana hening terasa begitu kontras dengan keriuhan jam istirahat, menciptakan sebuah oase spiritual yang sangat dibutuhkan untuk menjalin relasi yang semakin dekat dengan Tuhan.
Tak hanya di Gereja, doa rosario juga dilaksanakan di kelas masing-masing bersama dengan wali kelas. Hal ini dimaksudkan supaya penguatkan hubungan antara wali kelas dengan murid dan bisa fokus pada intensi kelas masing- masing. Ketika wali kelas memimpin dan berpartisipasi aktif dalam doa, mereka tidak hanya dilihat sebagai pengajar mata pelajaran, tetapi juga sebagai teladan spiritual. Hal ini meningkatkan respek murid dan memperkuat otoritas positif wali kelas.
Partisipasi aktif dalam kegiatan doa rosario bersama memberikan dampak yang signifikan dan terukur terhadap pembentukan karakter para murid. Ada beberapa aspek kunci yang terasah melalui kegiatan rohani ini antara lain (1) kedisiplinan dan kepatuhan, (2) empati dan solidaritas, (3) kesabaran dan ketekunan, (4) kerendahan hati dan refleksi diri.
Doa rosario membutuhkan fokus, ketenangan, dan kesediaan untuk mengikuti urutan doa yang panjang. Murid dilatih untuk disiplin waktu (datang tepat waktu) dan disiplin diri (menjaga ketenangan dan fokus), yang merupakan modal penting dalam kehidupan bermasyarakat dan profesional. Selain itu, dalam doa rosario, para murid tidak hanya mendoakan intensi pribadi tetapi juga didorong untuk mendoakan intensi bagi sekolah, bangsa, keluarga, dan teman-teman yang sedang sakit atau kesulitan. Hal ini secara langsung menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial, mengajarkan mereka untuk melihat keluar dari diri sendiri dan menjadi pribadi yang peka terhadap penderitaan sesama.
Rosario bukanlah doa yang singkat. Mengulang untaian doa yang sama berulang kali melatih kesabaran dan ketekunan. Ini mengajarkan bahwa pembentukan karakter dan pencapaian tujuan baik rohani maupun akademis membutuhkan proses yang konsisten, tidak instan. Merenungkan misteri Kristus, terutama misteri sedih, mendorong murid untuk merefleksikan kesalahan dan kelemahan diri. Hal ini membuka ruang untuk pertobatan dan pengakuan dosa, memupuk kerendahan hati dan menuntun pada pembangunan integritas moral yang kuat.
Doa rosario bersama adalah formasio rohani jangka panjang bagi SMP Kanisius Kalasan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi tradisi yang mengakar, menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga kaya akan nilai-nilai kemanusiaan, memiliki iman yang teguh, dan menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat.