SD Kanisius Pati kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kualitas pendidikan terbaik dan pelestarian budaya. Komitmen tersebut terlihat jelas dalam suksesnya pelaksanaan Kelompok Kerja Guru (KKG) gugus Dabin D Kecamatan Pati, yang berpusat di SD Kanisius Pati pada hari Rabu, 29 Oktober 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga menjadi panggung promosi nyata keunggulan SD Kanisius Pati dalam mengolah mata pelajaran yang seringkali dianggap "kurang diminati," yaitu Bahasa Jawa.
SD Kanisius Pati menjadi tuan rumah sekaligus fasilitator KKG Dabin D yang dihadiri oleh hampir 100 orang guru dan Kepala Sekolah dari 12 SD di Kecamatan Pati. Fokus utama KKG adalah pemaparan perangkat pembelajaran berbasis proyek untuk mata pelajaran Bahasa Jawa. Perangkat yang dipresentasikan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disiapkan oleh Bapak Oktavianus Eka Putra, S.Pd., Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) oleh Ibu Sylvia Erlita Kristiani, S.Pd., dan Asesmen (Penilaian) oleh Ibu Ely Atun Setyaningsih, S.Pd..
Kegiatan puncak KKG ini dilaksanakan pada Rabu, 29 Oktober 2025, bertempat di Aula sekolah. Untuk memastikan kualitas materi yang dipaparkan, tim guru SD Kanisius Pati bahkan mengadakan sesi koreksi dan pemantapan bersama di ruang kelas 2 pada Senin, 27 Oktober 2025 pada pukul 13.30 – 15.00, dua hari sebelumnya.
Peserta adalah seluruh Kepala Sekolah dan guru se-Dabin D Kecamatan Pati. Sebagai tuan rumah dan fasilitator utama adalah para guru SD Kanisius Pati. Acara ini dipandu dengan baik oleh Panyandra Bapak Michael Sri Rahadi, S.Pd. Pranata Cara (Pembawa Acara) Bapak FX. Subani, S.Pd. dan Ibu Krisma Yeni Rahayu, S.Pd..
Kepala SD Kanisius Pati, Ibu RR. Dyah Ricka Nurani Puspitosari, S.T. menjelaskan bahwa tujuan utama KKG ini adalah belajar bersama dan berbagi praktik baik. Selain itu kami juga ingin membuktikan bahwa di SD Kanisius Pati, meskipun sekolah swasta yang memiliki guru dan siswa dari berbagai latar belakang etnis seperti keturunan Jawa, Batak, Tionghua, Ambon, pengajaran Bahasa Jawa kami sangat menarik dan diminati. "Ini adalah upaya kami membuat Bahasa Jawa tidak hanya dipelajari, tetapi dicintai, selaras dengan semangat Kanisius dalam menjaga akar budaya," tegasnya.
Acara dibuka dengan penyambutan yang sangat memukau. Para peserta KKG disambut dengan alunan merdu suara gamelan yang dimainkan oleh 11 siswa-siswi SD Kanisius Pati (Sonya, Jojo, Fino, Ivan, Albert, Ivory, Jayden, Arziki, Jose, Lio, dan Darren) yang ikut Ekstrakurikuler Karawitan dibawah asuhan Bapak BV. Chusno Husodo, S.Sn., S.Pd. Penampilan ini sukses mencuri perhatian.
Dalam KKG, Ibu Suci Imbarwati, S.Pd.SD., Kepala SD Pati Wetan, melontarkan pujian, "Seperti orang punya kerja (acara besar)." Bahkan, Bapak Sutanto, S.Pd., Kepala Sekolah SD Dengkek, karena terpukau, beliau bertanya, "Berapa harga seperangkat gamelan itu?" Menanggapi pertanyaan tersebut, Ibu Ricka, Kepala Sekolah SD Kanisius Pati, dengan bangga menjawab, "Dua per tiga seperangkat gamelan ini adalah hibah dari Ibu Yosephina Munika, S.Pd. selaku Kepala SMP Kanisius Juwana." Jawaban tersebut tidak hanya mempromosikan Karawitan sekolah, tetapi juga menunjukkan adanya sinergi dan dukungan kuat antar-unit di bawah naungan Yayasan Kanisius.
Melalui KKG berbasis pembelajaran proyek yang inovatif dan didukung penampilan karawitan yang memukau, SD Kanisius Pati berhasil membuktikan bahwa sekolah swasta dengan ciri khas Kanisian mampu menjadi pelopor dalam pengajaran budaya lokal, sekaligus menjadikannya sebagai ajang promosi yang kuat di mata sesama pendidik.