Yogyakarta – Tim Safeguarding Yayasan Kanisius melaksanakan studi banding ke Safeguarding Center Universitas Sanata Dharma (USD) dan dilanjutkan dengan rapat kerja di Omah Petroek, Pakem, Yogyakarta, pada 10–11 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Tim Safeguarding Yayasan Kanisius untuk belajar dari sistem yang telah dikembangkan USD sekaligus merefleksikan perkembangan safeguarding di seluruh unit pendidikan Kanisius.
Dalam kunjungan tersebut, peserta mempelajari struktur satgas, mekanisme penanganan kasus, sistem pelaporan, serta pentingnya pembagian peran yang jelas. Berbagai masukan juga muncul, antara lain perlunya penguatan peran satgas dan TPPK di sekolah, penyediaan hotline dan media komunikasi, peningkatan monitoring dan evaluasi, serta pengembangan program pencegahan, penanganan, dan pemulihan secara berkelanjutan.
Dr. Titik Kristiyani, M.Psi., menekankan bahwa keberadaan satgas tidak hanya berfungsi menangani kasus, tetapi juga menjadi penggerak terbentuknya budaya perlindungan atau safeguarding culture. Menurutnya, upaya membangun lingkungan aman perlu dilakukan melalui pencegahan, edukasi, dan tumbuhnya kesadaran bersama dari seluruh warga komunitas.
Hasil refleksi menunjukkan bahwa Yayasan Kanisius telah memiliki modal yang kuat dalam pengembangan safeguarding, termasuk keberadaan tim dan buku protokol yang telah disosialisasikan kepada unit-unit pendidikan. Tim Safeguarding Yayasan Kanisius juga telah menyusun beberapa program sebagai langkah persiapan menyongsong Tahun Aman 2027.
Program-program tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara sekolah, cabang, dan pusat, meningkatkan kapasitas guru dan kepala sekolah, serta membangun kesadaran bersama agar setiap warga sekolah semakin peka terhadap pentingnya perlindungan dan lingkungan yang aman.
Melalui studi banding dan rapat kerja ini, Tim Safeguarding Yayasan Kanisius semakin menegaskan komitmennya untuk menjadikan safeguarding sebagai sistem sekaligus budaya. Berbagai hasil pembelajaran akan dikembangkan dalam bentuk sosialisasi, edukasi, survei lingkungan aman, penguatan peran satgas, serta evaluasi berkelanjutan. Dengan demikian, setiap Sekolah Kanisius diharapkan semakin mampu menjadi ruang yang aman, peduli, dan menjunjung tinggi martabat setiap pribadi.