Yogyakarta – Managing through Compassion. Memimpin dengan Hati, Mengelola dengan Profesionalitas. Itulah tema yang diusung dalam kegiatan studi tiru yang diikuti oleh kepala sekolah TK, SD, dan SMP Kanisius se-DIY yang berjumlah 79 orang. Kegiatan studi tiru ke Jawa Timur dan Pulau Bali telah terlaksana tanggal 3-7 Agustus 2026. Pulau Bali dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki kombinasi unik antara industri modern, situs bersejarah, dan pusat devosi yang sesuai dengan nilai-nilai Kanisius.
Kepala Sekolah yang inovatif dan adaptif dengan perkembangan zaman tentu sangat diperlukan dalam mengembangkan Sekolah Kanisius. Tata kelola sekolah yang profesional dapat diwujudkan oleh kepala sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu mempelajari sistem manajemen mutu dari dunia industri, memahami etika protokoler, dan sejarah bangsa, serta memperdalam spiritualitas sebagai landasan pelayanan.
Berbekal semangat membara dan hati berbunga-bunga, para kepala sekolah mengikuti kegiatan berkolaborasi dengan Omega Tour. Dengan mengikuti kegiatan ini tentu banyak ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh. Aneka pengalaman bermakna terekam di benak kami yang mendukung tugas kepala sekolah, tak terlupakan sepanjang hayat.
Obyek studi kami di PT Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat). Kami mempelajari standar kualitas, disiplin, efisiensi operasional, serta kinerja karyawan. Bangunan PT Amerta Indah Otsuka, perusahaan milik Jepang memang sangat unik, menarik, dan kebersihannya luar biasa. Tak ada debu sedikit pun menempel di kaca, peralatan, sarana prasarana, maupun bangunan. Usai kunjungan, kami diberi kenang-kenangan 3 botol minuman produk Pocari Sweat dan sebuah soyjoy lezat.
Obyek wisata Lovina Dholpin sungguh menarik bagi wisatawan asing maupun domestik. Ratusan perahu bermesin membawa wisatawan yang memakai rompi pelampung ke tengah laut untuk melihat ratusan lumba-lumba yang hidup bebas di laut Bali utara. Kami sangat puas, bangga, serta bahagia setelah berhasil melihat banyak lumba-lumba di tengah laut. Wah, sungguh indah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa! Puji Syukur tentu terucap dari bibir para wisatawan sambil memandang luasnya lautan.
Kami juga ziarah ke Gua Maria Bunda Karmel, salah satu tujuan ziarah Katolik yang terkenal di Bali. Tepatnya di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Goa Maria ini berada di kawasan pegunungan Bedugul yang sejuk dan hijau, tepat di jalur utama Denpasar–Singaraja dan dekat destinasi wisata terkenal yaitu Danau Bratan.
Setiba di Gua Maria Bunda Karmel, kami bergegas turun dari bus lalu berjalan menuju Gua Maria. Semua peserta duduk rapi di depan Gua Maria Bunda Karmel. Tak lama kemudian kami berdoa Rosario bersama dipimpin oleh Ibu Ernawati, S.Pd. Tiupan angin sepoi-sepoi menemani kami. Kami pun melihat pertunjukkan barongsai yang sangat menghibur hati, serta ikut melestarikan budaya. Tepuk kanisius bergema ketika permain barongsai mengecek kehadiran kami.
Setelah itu kami belajar di Ajiek Krisna, pusat oleh-oleh terbesar di Asia Tenggara. Ajiek Krisna merupakan pengusaha sukses yang ramah, rendah hati, serta tidak sombong. Beliau memang pantas diteladani. Berkat kerja keras, tekun, serta menjalin kerja sama dengan aneka pihak, Ajiek Krisna menjadi orang kaya raya. Beliau tetap memegang teguh peribahasa: “bagai ilmu padi makin berisi makin merunduk”. Aneka kegiatan sosial selalu dilakukan dengan tulus ikhlas. Aneka Panti Asuhan telah dibantu oleh Ajiek Krisna.
Selain belajar dan belanja di Krisna, kami juga berkunjung ke Pantai Pandawa yang mempesona. Pantai Pandawa adalah salah satu kawasan wisata di area Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Pantai ini terletak di balik perbukitan dan sering disebut Pantai Rahasia (Secret Beach). Di sekitar pantai ini terdapat dua tebing yang sangat besar. Pada salah satu sisinya dipahat enam patung Pandawa dan Kunti. Keenam patung tersebut secarara berurutan (dari posisi tertinggi) diberi nama Dewi Kunti, Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa. Tak lupa kami foto bersama dengan berbagai gaya. Kamera dan drone mengabadikan momen ini. Dalam hati saya mengucap puji syukur atas karunia pantai yang mempesona.
Kami pun mengunjungi Tanjung Benoa. Sangat indah pantainya. Tempat ini merupakan surganya wahana air, seperti: banana boat, scuba diving, parasailing, rolling donut, seawalker, flying fish, snorkeling. Ada pula pelayaran menuju Pulau Penyu. Tempat hidup dan penangkaran kura-kura, ular, jalak Bali menjadi daya tarik wisatawan. Tanjung Benoa memang dikenal sebagai pusat wisata bahari di Bali.
Pulau Penyu (Turtle Island) merupakan sebuah pulau yang digunakan untuk konservasi penyu. Konservasi dilakukan karena populasi penyu di Indonesia sudah hampir punah. Di pulau ini bisa kita lihat banyak sekali jenis penyu, seperti: penyu hijau, penyu lekang, penyu pipih, dan penyu sisik. Tak hanya melihat, para pengunjung pun diperbolehkan untuk berinteraksi dengan penyu-penyu yang ada, seperti berfoto dan memberi makan. Selain itu, jika beruntung, kita bisa melihat proses penetasan telur penyu.
Kebutuhan rohani dan jasmani pun terpenuhi. Kami merayakan Ekaristi di Gereja yang dipimpin oleh Romo Surya Awangga SJ. Lalu meluncur ke Jimbaran menikmati seafood yang lezat.
Studi tiru ini sungguh bermakna, berkesan, serta memotivasi kami sebagai kepala sekolah untuk mengembangkan diri berkelanjutan demi kemajuan Sekolah Kanisius di Cabang Yogyakarta khususnya. Hidup Kanisius untuk selama-lamanya. Puji Tuhan!