Girisonta – “Kenali Diri, Raih Mimpi” adalah tema pelepasan murid- murid kelas VI tahun ajaran 2025/ 2026. Tema ini dipilih sebagai hasil refleksi bahwa perlu bagi para murid untuk mengenali diri terlebih dahulu agar bisa melangkah meraih mimpi di masa depan.
Mereka senantiasa diajak untuk mengenali diri sejak awal masuk kelas VI dengan pendampingan karakter dan rohani yang diberikan oleh Bruder Hadi Prayitno, SJ. Dengan sabar Bruder Hadi senantiasa mendampingi, mengajak komunikasi dan memotivasi mereka agar semakin mengenali diri, menyayangi keluarga, menghormati orang tua dan guru serta teman- teman.
Acara pelepasan murid kelas VI diawali dengan pentas Pencak Silat oleh Samuel Kevin pada pukul 07.30 WIB dilanjutkan dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Maria Daniar Kinanthi. Lantunan lagu Indonesia Raya dan Mars Kanisius (murid) menggema setelahnya. Sambutan wakil orang tua murid diwakili oleh Bapak Ignatius Eko sungguh menyentuh. Pak Eko memotivasi anak- anak bahwa diri sendirilah kunci masa depan.
Kemudian acara diselingi dengan pembacaan puisi oleh tiga murid yang dilatih sendiri oleh Bruder Hadi. Selain itu ada pula pidato dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa. Mereka tampil dengan sangat apik dan percaya diri. Dalam acara selingan tampil pula Alexa yang memainkan keyboard dan Shienna menyanyi.
Dalam sambutan kepala sekolah disampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama, syukur atas usaha dan hasil yang diperoleh anak-anak, khususnya dalam TKA. Debora Sekar Ayu meraih nilai sempurna, yaitu 100,00 untuk Bahasa Indonesia dan Sebastianus Alvaro meraih nilai 93,33 untuk Matematika. Sekolah memberikan apresiasi atas nilai yang diperoleh. Selain itu sekolah juga memberikan apresiasi kepada 10 besar nilai ijazah yang merupakan pengolahan nilai kelas V dan VI.
Di sela-sela sambutan ada sedikit kejutan. Anak- anak diminta memeluk orang tua, minta maaf, dan memohon restu serta memberikan setangkai mawar merah segar sebagai ucapan cinta. Tak sedikit yang terharu saat mereka diminta saling menggenggam tangan dan saling peluk. Hal yang mungkin biasa tapi sarat makna.
Sebelum penutup, semua murid tampil menyanyikan empat lagu yang membuat suasana makin syahdu. Para guru, karyawan pun tak kalah seru mereka menyanyikan lagu “Di Nadiku”. Pada kesempatan ini juga diberikan kenang-kenangan yang berupa drum dan belira. Sungguh suatu anugerah untuk kami dapat bekerja sama dengan para orang tua hebat dan anak- anak luar biasa. Syukur kepada-Mu, Tuhan.