Girisonta - Sudah menjadi kebiasaan kami di komunitas SD Kanisius Girisonta untuk selalu menyambut para murid dan orang tua murid di pagi hari. Mengawali hari dengan senyuman tentu membawa makna tersendiri.
Dengan senyuman di pagi hari, harapannya hari ini akan diawali dengan harapan manis semanis senyum yang diberikan. Pembiasaan memberi salam, mengucapkan selamat pagi sangat perlu ditanamkan untuk menghormati orang lain dan teman- teman.
Tak hanya hadir di halaman sekolah, mengucap salam, menyapa sudah sarapan atau belum, bagaimana kabar hari ini? Kami pun mengecek kelengkapan seragam murid, kerapian berpakaian, rambut, dan kuku. Perhatian kecil tapi dampaknya sangat nyata.
Adakalanya kami temui anak yang datang dengan wajah cemberut, bahkan ada yang datang dengan tangisan karena satu dan lain hal di rumah. Tapi begitu kami datangi dan ajak bicara biasanya luluh dan mau masuk kelas dan berdinamika bersama teman- temannya. Meskipun terkadang harus wali kelas yang menjadi pawangnya.
Ada murid yang datang dengan segudang cerita sambil semangat menyampaikan apa yang terjadi di rumah dengan ceria. Ada pula yang datang dengan cerita dan membawa barang baru yang dibelikan orangtua sebagai apresiasi belajarnya. Beberapa menceritakan bekal apa yang dibawa dan betapa orangtuanya menyiapkan dengan cinta. Biasanya setelah libur hari Sabtu, Minggu atau long weekend, cerita akan semakin banyak dan kami pun akan dengan senang hati mendengarkannya.
Kehadiran guru yang lebih awal dari para murid juga menunjukkan kedisiplinan yang jadi teladan bagi para murid. Orang tua murid yang mengantar dan disapa juga pastinya senang putra- putrinya disambut dengan ramah dan senyum manis oleh para guru. Kerelaan hati untuk datang lebih awal dan memberi sapaan merupakan berkah dan kebahagiaan tersendiri.
Di sela mengucapkan salam dan memberikan sapaan ke murid- murid, para guru pun bisa sambil berbincang- bincang. Terkadang ide kegiatan muncul dari obrolan kami. Selain itu kami pun jadi semakin tahu siapa yang mengantar si A dan siapa yang mengantar si B. Kami pun bisa memantau siapa yang sudah hadir dan siapa yang belum hadir. Suasana hati murid- murid pun sudah terlihat ketika mereka datang. Sebagai guru kami jadi bisa antisipasi apa yang akan terjadi di kelas karenanya.