Sengkan Yogyakarta - Pagi hari disambut mentari yang bersinar. Kami berangkat ke sekolah. Tak terasa bel sekolah telah berbunyi nyaring! Suasana kelas kami terasa sangat meriah dan penuh energi. Guru kami baru saja datang dan memberikan proyek yang sangat menarik, yaitu membuat mading dengan judul besar "Ekologi", bertema sekolah peduli lingkungan.
Ibu guru membagi kelas menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 8 anggota. Kami mendapat kelompok 2. Kelompok kami segera bertukar ide, kemudian membagi tugas melalui diskusi yang seru. Ada yang bertugas menulis artikel kecil, ada yang menggunting kertas hias, dan ada pula yang menggambar.
Keesokan harinya, pada jam pelajaran kokurikuler, kami mulai membuat mading. Kami menggelar kertas manila besar, menyiapkan gunting, lem, serta berbagai hiasan berwarna-warni. Namun waktu berlalu begitu cepat seperti hembusan angin. Karena belum selesai, kami memutuskan untuk melanjutkan kerja kelompok di rumah Adit.
Hari yang direncanakan pun tiba. Tepat pada pukul 09.00 WIB pagi, kami berkumpul di teras rumah Adit yang sejuk. Setiap orang sudah membawa barang sesuai tugasnya masing-masing. Kami melanjutkan pembuatan mading sambil saling membantu. Ketika ada teman yang kesulitan menggaris rapi atau kehabisan ide dekorasi, yang lain sigap mengulurkan tangan tanpa diminta.
Tidak ada ego, yang ada hanyalah tawa hangat dan semangat gotong royong. Lembar manila yang tadinya kosong mulai dipenuhi warna-warni dekorasi yang indah. Kami terus bekerja kompak hingga jarum jam menunjukkan pukul setengah tiga sore. Lelah fisik tidak terasa karena hati kami dipenuhi rasa bahagia bisa berkarya bersama.
Setelah mading selesai, kami berlatih presentasi singkat untuk memantapkan pembagian materi. Keesokan harinya kami membawa mading ke sekolah dengan rasa bangga. Mading kami berdiri cantik di sudut ujung kelas, siap dinilai.
Sebelum maju presentasi, kami berlatih kembali agar makin kompak. Saat giliran tiba, kami maju urutan pertama dengan percaya diri, menjelaskan setiap bagian mading dengan kompak dan lancar.
Presentasi selesai. Guru dan teman-teman memberikan tepuk tangan yang sangat meriah. Nyaring banget! Kami merasa lega dan bersyukur karena kerja keras yang didasari rasa bahagia dan sikap saling membantu ternyata membuahkan hasil yang super manis.
Pengalaman ini bukan hanya tentang menyelesaikan tugas mading, melainkan tentang kebersamaan dalam persahabatan yang membuat ikatan kami menjadi lebih indah.