Semarang - Akhir tahun ajaran selalu menjadi momen penuh rasa haru sekaligus sukacita bagi seluruh keluarga besar Yayasan Kanisius, khususnya di minggu kemarin. Mulai dari tunas-tunas kecil di jenjang TK, hingga para anak dan remaja di kelas VI, kelas IX, dan kelas XII, semuanya berkumpul dalam satu gerbang transisi penting.
Agenda tahunan ini bukan sekadar seremoni perpisahan formal. Acara ini merupakan sebuah “ritus pengutusan rohani” di mana rasa terima kasih diungkapkan dan doa-doa tulus dipanjatkan agar setiap lulusan senantiasa dilindungi, dikuatkan, dan dituntun Tuhan dalam menapaki tangga pendidikan berikutnya yang lebih tinggi.
Makna mendalam dari pelepasan ini terletak pada transformasi diri dan keberlanjutan proses belajar. Murid tidak hanya meninggalkan ruang kelas lama, melainkan diutus membawa nilai-nilai dasar Kanisius—keunggulan, kedisiplinan, kejujuran, kepedulian, dan kemerdekaan—di tempat belajar yang baru, baik di sekolah Kanisius tingkat lanjut maupun di tempat lain.
Momen ini juga menjadi refleksi atas arti syukur. Bersyukur dalam tradisi Kanisius berarti mengakui penyertaan dan bimbingan Tuhan lewat setiap tawa, air mata, kegagalan, dan prestasi yang membentuk karakter murid selama ini. Syukur ini diwujudkan dengan kesiapan hati untuk melangkah maju tanpa keraguan, sembari menghargai seluruh dinamika pertumbuhan yang telah dilewati.
Keindahan perayaan akhir tahun ini semakin terpancar dari keberagaman konsep acaranya. Uniknya, seluruh kemeriahan ini lahir dan terlaksana dari inisiatif, kreativitas, dan kemandirian para orang tua murid. Ada sekolah yang memilih merayakannya dengan meriah melalui sewa gedung pertemuan di kota. Ada pula yang menyelenggarakannya secara intim, hangat, dan penuh memori di lingkungan sekolah sendiri.
Tidak kalah bermakna, ada sekolah yang memilih menggelar acara di Kanisius Eco Learning Camp (KELC) Ambarawa. Di tengah alam yang asri ini, pelepasan dikemas menyatu dengan komitmen pelestarian lingkungan (Laudato Si’).
Namun di mana pun lokasinya, esensi kemandirian orang tua ini merekatkan persaudaraan dan menegaskan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab dialogis dan kolaboratif yang indah dan perlu dirawat terus menerus antara sekolah dan keluarga, antara guru dan orang tua.
Selamat melangkah, para lulusan sekolah Kanisius! Tetaplah menyala dan jadilah berkat di tempat yang baru. Berkembanglah terus menjadi pribadi yang cerdas, aman, dan peduli di mana pun kalian belajar.