Muntilan - SMP Kanisius Muntilan kembali menyelenggarakan Gelar Karya Contextual Project Based Learning (CPBL) sebagai bentuk perayaan proses belajar siswa yang kontekstual, reflektif, dan berdampak bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi puncak pembelajaran selama satu tahun ajaran sekaligus ruang kolaborasi antara sekolah, masyarakat, akademisi, dan orang tua.
Dalam kegiatan ini, para siswa menampilkan berbagai hasil karya dan proyek pembelajaran yang lahir dari proses observasi, penelitian sederhana, refleksi, hingga aksi nyata di lingkungan sekitar. Berbagai karya dipamerkan dalam bentuk produk kreatif, dokumentasi penelitian, media edukasi, karya seni, hingga presentasi ilmiah sederhana.
Salah satu rangkaian utama acara adalah pemutaran film pendek karya tim Cinematography dan Theater SMP Kanisius Muntilan yang berjudul “Penganugerahan La Mart Award”, sebuah film reflektif yang menggambarkan perjalanan pembelajaran CPBL siswa selama satu tahun secara singkat di dalam Komunitas Apel Bludru (salah satu pohon ikonik di SMP Kanisius Muntilan). Film ini menampilkan hasil dari proses belajar yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama.
Selain itu, kegiatan inti dari Gelar Karya ini adalah Seminar Specanist Journal of Contextual Learning, yaitu forum ilmiah siswa yang menghadirkan presentasi hasil penelitian sederhana di hadapan para akademisi, pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Penelitian yang dilakukan oleh para siswa yang terbagi dalam 8 kelompok lintas kelas ini adalah penelitian kontekstual terkait Muntilan.
Ada yang meneliti tentang alam, yaitu analisis Kali Lamat dan analisis buah Maja, ada juga yang menganalisis masalah sosial seperti Pasar Kliwon, pengaruh gadget bagi remaja, pedagang kaki lima dan limbah plastik, serta analisis untuk mewujudkan trotoar yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Selain itu, ada pula penelitian terkait budaya, yaitu penggunaan Bahasa Jawa di kalangan remaja Muntilan dan analisis makanan tradisional khas Muntilan, yaitu Jemunak.
Hadir dalam kegiatan ini para akademisi dari berbagai institusi: Bp. Antonius Agus Sulistyono, S.Ip., S.Pd., M.M. (Guru Seminari Menengah Mertoyudan) selaku moderator, Bp. Rohandi, P.hD. (dosen Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta), Bp. Dr. B. Widharyanto, M.Pd. (dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta), Rm. Eko Budi Santoso, SJ (dosen Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta), Bp. Dangin, S.Pd., M.Hum. (Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mercu Buana Yogyakarta), Bapak Lurah Muntilan, Handai Fatah Zubair, S.Sos. dan Bp. Mustakim, M.Pd. (Pengawas Jenjang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang) yang bertindak sebagai panelis, serta tokoh masyarakat, para orang tua siswa dan masyarakat umum.
Kepala SMP Kanisius Muntilan, Yoseph Bambang Sulistyanto Triyono, M.Pd., M.M., menyampaikan bahwa CPBL bukan sekadar model pembelajaran berbasis proyek, melainkan pembelajaran yang berangkat dari kehidupan nyata dan konteks lingkungan sekitar siswa. “Melalui pembelajaran ini, anak-anak diajak tidak hanya untuk pintar secara akademik, tetapi juga mampu melihat realitas, berefleksi, bekerja sama, peduli terhadap masyarakat, dan menghadirkan solusi sederhana bagi lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.
Bapak Lurah Muntilan, sungguh mengapresiasi kegiatan ini karena pembelajaran anak di sekolah mengajarkan siswa dan siswi untuk peka dan peduli pada lingkungan sekitarnya dan melalui penelitian, para siswa turut berkontribusi dalam pengembangan kota Muntilan.
Pembelajaran CPBL di SMP Kanisius Muntilan sendiri dikembangkan dengan semangat pendidikan yang menekankan keseimbangan antara standar akademik, artistik, ekonomik, dan sosial. Proses pembelajaran juga diarahkan untuk membentuk karakter URIP, yaitu Unggul, Mandiri, dan Peduli.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, karyawan, orang tua, moderator, panelis, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Melalui Gelar Karya CPBL ini, SMP Kanisius Muntilan berharap pembelajaran di sekolah semakin relevan dengan kehidupan nyata dan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati dan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.