Yogyakarta - Hari Minggu, 17 Mei 2026 kuawali dengan doa pagi. Matahari masih belum terlihat saat aku berjalan keluar kamar. Rasanya enggan sekali menyentuh dinginnya air. Namun, aku tekadkan untuk segera mandi dan bersiap.
Hari ini adalah hari yang penuh makna. Sebagai seorang anak yang dibesarkan secara Katolik dan pernah melayani dalam Ekaristi, aku merasa pelayanan tidak selalu berjalan dengan mulus dan tanpa hambatan. Hambatan itu terkadang dimulai dari diri kita sendiri. Aku pun sering pula merasa dihadapkan pada masalah perbedaan pendapat dan rasa bosan melayani.
Namun, dari pengalaman inilah para pelayan mendapat pelajaran untuk selalu berharap pada Tuhan Yesus di setiap perjalanan hidup mereka. Pelayanan bukan hanya melayani pada saat Ekaristi, namun juga menguji ketulusan hati dan belajar mengasihi seperti Tuhan Yesus Kristus.
Karya dan Pelayanan
Nilai-nilai itu pun tumbuh pada siswa SD Kanisius Sengkan yang sangat terasa di hari Minggu ini, melalui kegiatan pelayanan koor diiringi alunan gamelan di Gereja Santo Yohanes Rasul Pringwulung pada Misa Minggu pagi pukul 07.00.
Aku salah satu siswa yang memainkan alat musik gamelan. Aku merasa meskipun aku sedikit tegang karena baru pertama kali mengiringi misa, namun entah mengapa suasana Misa menjadi lebih damai dan menenangkan hati. Tak lain dan tak bukan tentu karena lantunan gamelan jawa yang menyatu dengan suara nyanyian teman-temanku serta adik-adik kelas.
Selepas Misa selesai, kami mendapat apresiasi dari romo dan umat. Tak hanya itu, kami juga mendapat tanda kasih berupa foto Paus Leo XIV dari romo yang semakin membuatku semangat untuk melayani.
Setelah itu, sebagian anak yang bertugas pelayanan langsung melanjutkan kegiatannya, yaitu bersiap untuk Kejurda Drumband DIY tahun 2026, tidak terkecuali aku. Aku sama sekali tidak merasa berat hati. Justru terasa seru dan menyenangkan bisa berdinamika dan berkarya bersama teman-teman yang lain.
Sekitar pukul 08.45 kami bersiap make up dan kostum. Kami menunggu giliran untuk dirias sambil memakan roti yang sudah disiapkan oleh guru pendamping ekstrakulikuler drumband.
Sekitar pukul 12.30 kami semua sudah selesai dirias dan bergegas menuju lokasi perlombaan yang bertempat di UPN Veteran Yogyakarta. Kami sampai di sana sedikit terlambat dikarenakan jalan penuh dengan kendaraan lainnya.
Saatnya Tiba
Sebelum memasuki area perlombaan, aku berdoa bersama teman-temanku agar diberikan kelancaran saat menampilkan persembahan yang kami siapkan. Suara tiupan pianika, dentuman bass, dan gemerincing belira menyatu dengan musik yang menjiwai.
Setelah menampilkan sebuah gerakan dan lagu yang kami bawakan, kami pun berfoto bersama-sama lalu pulang. Sesampainya dirumah, bagian punggungku terasa sakit dan nyeri karena banyaknya kegiatan yang kuikuti.
Berkat yang Tak Terhingga
Puji Tuhan atas penyertaan-Nya. SD Kanisius Sengkan berhasil memenangkan beberapa kategori dalam Kejurda Drumband DIY tahun 2026. Tidak sia-sia kami bekerja keras selama berbulan-bulan untuk menyiapkan persembahan yang kami bawakan untuk perlombaan pada hari ini. Aku pun juga bersyukur karena segala kegiatanku hari Minggu dapat berjalan dengan lancar dan tentu seturut kehendak-Nya.