Temanggung - Pembelajaran Kokurikuler berbasis proyek atau Project Based Learning (PBL) kembali membawa keseruan bagi para murid Fase A (Kelas 1 dan 2) di sekolah kami. Kali ini, melalui tema "KABAR TEMAN" yang mengusung tajuk khusus: “Kanisius Batik Ragam Temanggungan Mengakar dan Berkembang”, anak-anak diajak untuk menyelami kekayaan budaya lokal Temanggung melalui karya seni yang unik.
Proses kreatif ini dimulai dengan langkah yang sederhana namun bermakna. Setiap murid diminta untuk menggambar berbagai ciri khas Temanggung di atas kertas bekas. Mulai dari bentuk daun tembakau dan kopi yang ikonik, siluet pegunungan yang megah, jaran kepang dan motif lainnya yang sering mereka temui sehari-hari. Imajinasi anak-anak pun tumpah dalam goresan warna yang ceria.
Setelah gambar selesai, tantangan berikutnya adalah melatih motorik halus mereka. Murid dengan teliti memotong setiap elemen gambar tersebut satu per satu. Potongan-potongan kecil inilah yang kemudian disatukan menjadi sebuah komposisi baru. Di atas kanvas besar berukuran 60 x 100 cm, dengan berbekal lem fox, anak-anak bekerja sama menata dan menempelkan elemen-elemen tersebut.
Hasilnya sungguh luar biasa. Kanvas yang tadinya kosong kini berubah menjadi sebuah kolase batik besar yang merepresentasikan wajah Temanggung dari kacamata anak-anak. Melalui proyek ini, murid tidak hanya belajar tentang teknik menempel dan memotong, tetapi juga diajak untuk mencintai identitas daerahnya sejak dini.
Proyek "KABAR TEMAN" ini membuktikan bahwa mengenalkan batik dan ragam hias daerah bisa dilakukan dengan cara yang sangat menyenangkan. Semangat "Mengakar dan Berkembang" benar-benar terasa saat melihat bagaimana ide-ide tradisional Temanggung bisa diolah menjadi karya seni kontemporer oleh tangan-tangan mungil penerus bangsa ini.
Rangkaian Kokurikuler ini tidak sampai sini, tetapi masih ada kegiatan lainnya sebagai penutup.