Ambarawa - Rabu, 13 Mei 2026. Pagi itu diiringi cuaca cerah dari langit Kanisius Eco Learning Camp Ambarawa (KELC) anak-anak dari Kanisius Rayon Selatan berdatangan dengan wajah yang begitu bersemangat dan ceria. Sepertinya mereka tidak sabar untuk berdinamika dengan teman-teman dari Kanisius lain.
Peserta Rayon Selatan
Para peserta berasal dari SD Kanisius Jimbaran, SD Kanisius Kaliwinong, SD Kanisius Girisonta, SD Kanisius Genuk, SD Kanisius Harjosari, SD Kanisius Lodoyong, SD Kanisius Bedono, SD Kanisius Cungkup, SD Kanisius Gendongan, dan SMP Kanisius Girisonta. Untuk pendamping, kami dibantu oleh kakak-kakak dari SMK Kanisius Ungaran dan SMK SPP Kanisius Ambarawa. Kami semua datang ke KELC membawa bendera Kanisius.
Acara diawali dengan absen peserta per sekolah, foto bersama, ibadat singkat yang dipimpin oleh Frater Egi SJ, dan sambutan dari Kepala Kanisius Cabang Semarang, Ibu Dra. Rini Kusumawati. Anak-anak Kanisius dengan tertib mendengarkan dan mengikuti acara pembukaan dipandu oleh Pak Danang dari SD Kanisius Kaliwinong dan Bu Argil dari SD Kanisius Cungkup. Gaya dan candaan yang khas dari MC membuat acara semakin terasa hangat dan meriah.
Setiap sekolah diminta menampilkan yel-yel dan mereka begitu semangat membawakannya bahkan joglo sampai terasa bergetar ketika mereka mengumandangkan yel-yel. Mereka kelihatan senang karena sejenak meninggalkan kelas untuk menimba ilmu di luar sekolah.
Sosio Drama Guru
Tak kalah seru, bapak ibu guru menampilkan sosio drama tentang terbentuknya Pramuka di Indonesia, mulai dari Ir. Soekarno yang membacakan teks proklamasi, pembubaran PARI (Pandu Rakyat Indonesia) sampai terbentuknya Pandu Indonesia, yaitu PRAMUKA.
Kegiatan memberikan pengetahuan mengenai sejarah PRAMUKA ini sungguh menarik karena dilakukan dengan menampilkan secara langsung hal-hal yang terjadi waktu itu dan dibungkus melalui sosio drama yang apik sehingga diharapkan anak-anak Kanisius akan lebih memahami dan ingat lebih lama mengenai sejarah terbentuknya PRAMUKA.
Bapak ibu guru Rayon Selatan juga dengan semangat dan dengan improvisasi yang bagus menampilkan sosio drama ini, sehingga anak-anak tertawa dan senang bisa melihat bapak ibu guru mereka tampil.
Outbond
“Snack timeeee!”, begitu teriak anak-anak. Waktunya istirahat lebih dulu untuk selanjutnya mereka berdinamika melalui outbond. Kakak-kakak pendamping sudah menunggu di pos masing-masing. Ada 15 pos yang sudah disiapkan antara lain bola dalam jeruji, jembatan escalator, salome, pesta telur, bola mutiara, jailangkung, memancing bola, bola keluarga, air emas, labirin, evakuasi bola, bola tuyul, lempar turbo, satu tujuan, dan berburu bola.
Anak-anak Kanisius sudah siap dengan kelompok masing-masing yang sudah diacak. Melihat wajah ceria merekaketika berdinamika dengan teman baru, membuat saya berefleksi bahwa memang pembelajaran yang menyenangkan tidak melulu di depan papan tulis, tidak hanya di dalam kelas, tetapi lebih ke lingkungan sekitar yang menarik.
Guru perlu berpikir dan mengeluarkan ide-ide untuk pembelajaran yang lebih bermakna, lebih menyenangkan dan lebih menarik, tentunya dengan media yang tidak mudah membuat anak bosan dan menggunakan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
Guyuran Air Damkar
Tak kalah seru ketika mobil dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Ambarawa datang. Mereka diberikan pengetahuan dan praktik langsung cara memadamkan api yang kemungkinan bisa terjadi di sekitar mereka. Sebagai penutup Tim Damkar menyemprotkan air dan kami semua bergembira dibawah guyuran air Damkar.
Budaya Reflektif
Belum selesai sampai di sini, Pak Danang dan Bu Argil mengajak anak-anak untuk berefleksi tentang semua kegiatan hari ini. Mereka mendapatkan beberapa pertanyaan yang harus mereka renungkan dan jawab sesuai dengan yang mereka alami.
Semoga dengan kegiatan Temu Anak Kanisius Rayon Selatan ini, tidak hanya sekedar bersenang-senang, tetapi lebih mendapatkan pengamalan perjumpaan yang lebih bermakna melalui teman baru, outbond yang mereka jalankan, kehadiran Damkar, dan apapun yang mereka alami untuk satu tujuan menjadi pribadi yang berkarakter luhur sesuai dengan 5 (lima) nilai Kanisius.