Girisonta - Rabu pagi yang cerah 6 Mei 2026 merupakan hari yang istimewa bagi kami murid-murid SMP Kanisius Girisonta di mana kami berkegiatan bersama kakak-kakak dari SMA Kolese Loyola Semarang.
Jejak Harmoni. Menapak Tradisi, Mencipta Harmoni
Itulah slogan yang dibawakan oleh kakak-kakak dari SMA Kolese Loyola saat datang ke SMP Kanisius Girisonta untuk berdinamika bersama. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari proses seleksi tim Amigos SMA Kolese Loyola.
Lalu, apa itu Amigos? Amigos merupakan kakak pembimbing yang bertugas mendampingi dan membantu siswa baru beradaptasi di lingkungan SMA Kolese Loyola. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyeleksi calon kakak pembimbing yang nantinya akan mendampingi para siswa baru. Nah, kira-kira kegiatan apa saja yang kami lakukan bersama kakak-kakak dari SMA Kolese Loyola? Yuk, simak cerita berikut ini!
Sebelum kakak-kakak dari SMA Kolese Loyola datang, kami terlebih dahulu mengikuti pembiasaan pagi Rajadaya (Rabu Belajar Cinta Budaya). Pada hari itu, tema yang dibahas adalah berbagai jenis kebaya di Indonesia. Saat kami sedang mempresentasikan materi, ternyata kakak-kakak dari SMA Kolese Loyola sudah datang dan bersiap untuk memulai acara.
Setelah kegiatan Rajadaya selesai, Frater Alex SJ memberikan salam pembuka sebagai tanda dimulainya acara. Kemudian, kak Fio dan kak Ai Ai mengajak kami bermain game “Tangkap Tangan Itu” serta melakukan senam Maumere sebelum memulai dinamika bersama.
Setelah senam selesai, kak Ai Ai dan kak Fio mulai membacakan anggota dari masing- masing kelompok. Aku pun tergabung dalam kelompok 2 bersama Darrel dan teman- teman dari kelas 7 lainnya. Kelompok kami dipandu oleh kak Reva. Kemudian, kak Reva membimbing kami menuju pos 1.
Pada permainan di pos ini, setiap kelompok ditugaskan menyanyikan sebuah lagu daerah. Namun, setiap anggota hanya boleh mengucapkan satu kata dari lirik lagu tersebut secara bergantian. Lagu yang dinyanyikan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk menentukan daerahnya, anggota terdepan dari setiap kelompok akan ditutup matanya lalu dibantu menunjuk salah satu daerah pada peta Indonesia.
Dari tiga ronde permainan, kelompok kami mendapatkan daerah Sumatera, Kalimantan, dan Nusa Tenggara dengan total poin sebesar 26. Walaupun hasil yang kami dapatkan belum maksimal, aku tetap senang karena permainan ini sangat menyenangkan dan juga menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri kami.
Memasuki pos kedua, kami memainkan permainan bertema pasar tradisional. Dalam permainan ini, setiap kelompok harus bekerja sama dan membagi tugas kepada tiap anggota. Ada yang bertugas sebagai pelari dan ada juga yang bertugas sebagai pemikir. Setiap kelompok akan diberikan sebuah cerita yang pada tiap ronde jumlah paragrafnya semakin bertambah.
Tugas para pemikir adalah menebak item atau benda yang dimaksud dalam cerita tersebut serta menjumlah total barang sesuai dengan nominal yang diberikan oleh kakak pendamping, jadi kami semua juga dilatih untuk berpikir kritis dalam berliterasi dan bernumerasi. Sedangkan pelari bertugas menyampaikan jawaban hasil diskusi kelompok dan mengambil item atau benda yang sesuai dalam cerita tersebut.
Dalam setiap ronde, hanya satu pelari dari masing-masing kelompok yang diperbolehkan maju. Kelompok kami berhadapan dengan kelompok 4 karena memiliki jumlah poin yang sama. Penentuan pemenang akhirnya dilakukan melalui yel-yel kelompok. Pada ronde ini, kami berhasil menunjukkan chemistry dan koordinasi yang baik antar anggota kelompok.
Setelah beristirahat sejenak, kami pun menuju pos terakhir, yaitu pos ketiga. Pada pos ini, permainan yang dimainkan adalah estafet tongkat. Setiap kelompok dibagi menjadi tujuh pasangan, dan masing-masing pasangan memiliki posisi tersendiri sesuai strategi kelompok. Kebetulan, aku berada di urutan ketiga.
Pada awal permainan, kelompok kami beberapa kali gagal membawa tongkat hingga ke peserta paling belakang sehingga harus terus mengulang dari awal. Karena itu, kakak pembimbing akhirnya memberikan peraturan khusus kepada kelompok kami, yaitu jika tongkat terjatuh, kami tidak perlu mengulang dari awal lagi. Setelah akhirnya berhasil membawa tongkat hingga ke belakang, kami pun diberi waktu untuk beristirahat sejenak sebelum kembali berkumpul di lapangan basket.
Sebelum kegiatan berakhir kami semua diberi kesempatan berkumpul sesuai dengan kelompok masing-masing untuk melakukan refleksi dari semua kegiatan yang sudah dilakukan.
Setelah semua kelompok melaklukan refleksi, kak Fio dan kak Ai Ai mengajak kami berkumpul di lapanga. Kak Fio dan kak Ai Ai mengumumkan pemenang dari seluruh rangkaian permainan yang telah kami lakukan. Selain itu, beberapa kelompok juga kembali menampilkan yel-yel mereka dengan penuh semangat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian snack dan gantungan kunci kepada para peserta. Setelah itu, kami saling bersalaman dan saling menyanyikan mars masing-masing sekolah secara bergantian. Dengan penuh sukacita dan kebersamaan, acara pun resmi berakhir.
Melalui kegiatan ini, kami belajar banyak hal, seperti pentingnya kerja sama, komunikasi, kekompakan, berpikir kritis serta rasa nasionalisme dalam setiap kegiatan yang dilakukan bersama. Selain itu, kami juga belajar untuk saling menghargai, mendukung satu sama lain, dan tetap semangat dalam menghadapi setiap tantangan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak dari SMA Kolese Loyola yang telah membimbing, menemani, dan menciptakan suasana kegiatan yang seru serta menyenangkan. Semoga pengalaman ini dapat menjadi kenangan indah dan bermanfaat bagi kami semua.
Sukses selalu untuk kakak-kakak Amigos SMA Kolese Loyola. Dan perlu diketahui juga kegiatan ini adalah kali kedua diadakan di SMP Kansius Girisonta. Dan ini adalah pengalaman pertamaku berdinamika bersama kakak-kakak SMA Loyola.