Genuk - Sering datang namun tak diinginkan. Itulah bencana. Di Ungaran dan sekitarnya sering terjadi bencana alam, nonalam maupun sosial. Waspada sejak dini inilah dasar kami.
SD Kanisius Ungaran bekerja sama dengan BPBD – Badan Penanggulangan Bencana Daerah – Kabupaten Semarang mengadakan simulasi penanggulangan bencana yang diadakan pada hari Kamis, 16 April 2026. “Kita tahu cara namun jangan sampai teraplikasi, karena kalau teraplikasi berarti ada kejadian”, prakata dari Pak Prapto anggota dari BPBP. Simulasi yang akan kami lakukkan hari ini adalah penangulangan bencana gempa bumi.
Sebelum simulasi dimulai, anak-anak terlebih dahulu diperkenalkan pada berbagai jenis bencana serta cara penanggulangannya melalui sebuah buku interaktif yang dipandu oleh Kak Marcellino, mahasiswa jurusan DKV (red. Desain Komunikasi Visual) dari Universitas Ciputra Surabaya. Buku ini dirancang khusus agar materi dapat dipahami dengan mudah dan menyenangkan, sehingga anak-anak bisa mengenal kesiapsiagaan bencana sejak dini.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk FGD (Focus Group Discussion), di mana kehadiran maskot “Si LUBI” turut menciptakan suasana yang lebih hidup dan menyenangkan. Anak-anak tampak antusias, aktif bertanya, dan terlibat dalam diskusi. Selain itu, fitur interaktif dalam buku, seperti pemindaian barcode QR yang terhubung langsung ke video animasi bencana di YouTube, membuat proses belajar menjadi lebih menarik. Melalui pendekatan ini, terlihat bahwa anak-anak tidak hanya memahami materi, tetapi juga semakin tertarik untuk menggali pengetahuan lebih dalam tentang kesiapsiagaan bencana.
Kegiatan ini diikuti oleh murid dan guru kelas I sampai kelas VI. Tim dari BPBD memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa, disertai dengan praktik langsung yang melibatkan beberapa murid dan guru. Setelah sesi penjelasan, seluruh peserta kembali ke kelas masing-masing untuk mempersiapkan diri mengikuti simulasi sesuai dengan aba-aba yang diberikan.
Selama pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana gempa, kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib. Seluruh warga sekolah tampak berpartisipasi aktif. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman yang diberikan sebelumnya mampu mendorong kesiapan dan respon yang baik dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan simulasi ini bukan sekadar rutinitas melainkan sebuah investasi nyawa. "Bencana tidak dapat kita prediksi kapan datangnya, namun kesiapan adalah garis pertahanan pertama yang kita miliki. SD Kanisius Genuk telah menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tanggap darurat."
SD Kanisius Siap Sigap untuk Selamat!