Muntilan - Pada Jumat, 17 April 2026, Yayasan Kanisius Cabang Magelang dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menerima undangan dari Kupuku Indonesia untuk membahas kerja sama pendampingan NPDL (New Pedagogy for Deep Learning) yang rencananya akan bekerja sama pula dengan BBGTK (Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan) dan BBPMP (Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa Timur. Hadir sebagai perwakilan dari Yayasan Kanisius Cabang Magelang adalah Rm. Antonius Padua Danang Bramasti SJ, selaku Kepala Yayasan Kanisius Cabang Magelang, dan kedua pengawas, Y.B. Sulistyanto T, M.Pd., M.M. dan Y. Onesimus Maryono, S.Pd. Sementara itu, yang hadir dari Universitas Sanata Dharma adalah Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. dan Dr. Bonifasius Widharyanto, M.Pd.
Pertemuan diawali di kediaman Founder Kupuku Indonesia, bapak Joseph Dharmabrata, di Kemang. Di sini, tim Kupuku Indonesia memaparkan startegi peningkatan kapasitas guru melalui NPDL yang nantinya akan melibatkan bapak Sarkim dan bapak Widharyanto sebagai akademisi dan Yayasan Kanisius Cabang Magelang sebagai praktisi. Kegiatan ini direncanakan akan dimulai dengan Launching Program pada Mei 2026 di Surabaya, Jawa Timur. Uji coba implementasi program dilakukan mulai Juli 2026 di tiga Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur dan nantinya juga akan ada beberapa aktivitas. Salah satunya adalah pengalaman lapangan di TK Bina Ari, SD Kanisius Kenalan, dan SMP Kanisius Muntilan dari Yayasan Kanisius Cabang Magelang.
Setelah pertemuan ini, rombongan diajak untuk mengunjungi UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), yang merupakan salah satu penggagas Kupuku Indonesia, di kantornya yang terletak di tepatnya di Centennial Tower, Lantai 20, Unit A, Jl. Gatot Subroto Kav. 24 & 25, Jakarta Selatan, jaringan lokal dari United Nations Global Compact (UNGC) di Indonesia, yang diluncurkan pada 8 April 2006. Sebagai inisiatif keberlanjutan bisnis terbesar di dunia, IGCN mendorong perusahaan lokal dan asing di Indonesia untuk mengadopsi kebijakan bisnis berkelanjutan yang bertanggung jawab secara sosial, berlandaskan prinsip-prinsip universal seperti hak asasi manusia, tenaga kerja, lingkungan, dan anti-korupsi.
Sebagai penutup, pertemuan ini tidak hanya membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan New Pedagogy for Deep Learning (NPDL), tetapi juga menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat arah pendidikan kontekstual yang selama ini digalakkan oleh Yayasan Kanisius, khususnya di Cabang Magelang. Harapannya, melalui sinergi antara praktisi, akademisi, dan berbagai mitra strategis, pendekatan pembelajaran kontekstual ini dapat semakin dikenal luas, tidak hanya di lingkungan internal Kanisius, tetapi juga memberi inspirasi bagi praktik pendidikan di tingkat yang lebih luas.
Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan relevan dengan kehidupan nyata peserta didik, sehingga pendidikan tidak hanya berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kompetensi, dan kepedulian sosial yang utuh.
Dengan langkah bersama ini, pendidikan diharapkan benar-benar hadir sebagai kekuatan transformasi yang memberi kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan masa depan generasi muda.