Semarang - Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Yayasan Kanisius memberikan kesempatan kepada 12 guru untuk melanjutkan studi S2 (Magister Manajemen dan Pendidikan). Program tersebut dapat dijadikan investasi pendidikan dan langkah strategis dalam menyiapkan tenaga pendidik yang visioner dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan di lingkungan Kanisius.
Dalam rangka menguatkan arah tersebut, diselenggarakanlah Pertemuan Guru Penerima Beasiswa S2 pada hari Jumat-Sabtu, 10-11 April 2026 di Wisma KSED Bandungan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini menjadi ruang refleksi sekaligus forum strategis untuk menggali ide-ide inovatif demi kemajuan Yayasan Kanisius.
Ada 10 guru yang telah berjuang dan menyelesaikan studi S2 Magister Manajemen di Universitas Sanata Dharma. Dari Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta adalah Catarina Kurnia Setyawati, S.Pd., M.M. (SMPK Sleman), Gregorius Yudanto Rahadi, S.Pd., M.M. (SDK Pugeran), Nikolas Damar Pramudya, S.Pd., M.M. (SDK Wirobrajan 1), dan Veronica Anindya Ade Kristiani, S.Pd., M.M. (SDK Sengkan).
Dari Yayasan Kanisius Cabang Magelang adalah Yoseph Bambang Sulistyanto Triyono, S.Pd., M.Pd., M.M. (SMPK Muntilan), Yusefin Lestari Pudyastuti, S.Pd., M.M. (SMPK Temanggung), Tria Wahyuni, S.Psi., S.Pd., M.M. (SMPK Temanggung), dan Agustina Prima Susanti, S.Pd., M.M. (SDK Kenalan).
Dari Yayasan Kanisius Cabang Semarang adalah Familia Sinta Pramodawardani, S.Kep., S.Pd., M.M. (TKK Jatingaleh), dan Irene Novita Purnamasari, S.Pd., M.M. (SDK Genuk Ungaran). Sedangkan 2 guru lain masih berproses menyelesaikan, yakni Chatarina Ekayani Endah Saputri, S.Pd. (TKK Semanggi Surakarta) dan Vitus Gading Sasongko, S.Pd (SDK Gayam Yogyakarta).
Pertemuan ini diselenggarakan untuk menumbuhkan kesadaran para peserta akan tanggung jawab dan peran strategis mereka sebagai penerima beasiswa, menggali gagasan visioner, serta merumuskan program kerja yang dapat diimplementasikan pada tingkat Yayasan Kanisius (Pusat).
Hari pertama diawali dengan sesi perkenalan diri, di mana setiap peserta berbagi topik tesis yang mereka kerjakan. Perkenalan ini mampu membuka wawasan tentang beragam bidang kajian yang relevan dengan dunia pendidikan. Selanjutnya, peserta diajak untuk menyampaikan “mimpi besar” mereka dalam memajukan Yayasan Kanisius. “Saya ingin, Kanisius memiliki Grand Design Kurikulum!”, harapan yang terlontar dari beberapa peserta. “Saya punya mimpi, Kanisius jadi sekolah ‘jujugan’ bagi masyarakat-sekolah yang dicari masyarakat”, ungkap beberapa peserta lain.
Dalam sesi pertama ini pula, Romo Yohannes Heru Hendarto, SJ, Ketua Pengurus Yayasan, membawakan materi tentang spiritualitas Ignatian. Peserta diajak memahami jati diri pendidikan Kanisius meskipun berhadapan dengan banyak tantangan di sekitar. Bagaimana menjadi pembelajar sepanjang hayat, yaitu dengan membangun perubahan bermakna sehari-hari agar terbentuklah atmosfer sekolah yang kreatif dan membawa dampak bagi diri sendiri, sesama dan lingkungan.
Pada sesi berikutnya, Romo Ignasius Aria Dewanto, SJ memfasilitasi peserta dalam memetakan berbagai ide yang telah disampaikan ke dalam empat fokus garapan, yaitu Immersion Program, dan Kursus Kepemimpinan Sekolah dengan tiga garapan pokok, yakni Kurikulum, Tata Kelola, dan Leadership. Proses ini membantu peserta melihat secara lebih sistematis arah pengembangan yang dapat dilakukan di tingkat Yayasan. Pokok-pokok gagasan tersebut didiskusikan untuk penyusunan modul sebagai pedoman kegiatan yang berkelanjutan. Kegiatan direncanakan akan dilaksanakan mulai Juli 2026 s.d. Juli 2027.
Pertemuan ini selain menghasilkan gagasan, juga meneguhkan komitmen bersama bahwa para penerima beasiswa S2 memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Dengan bekal akademik, refleksi spiritualitas, dan semangat kolaborasi diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi kemajuan Yayasan Kanisius.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Kanisius menunjukkan keseriusannya dalam membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas