Bayat - Selasa 14 April 2026, aku bertemu Romo Aria di sekolah. Beliau seorang Romo dan juga bendahara di Yayasan Kanisius Pusat. Saat bertemu beliau aku ditanya suka novel apa, hobinya apa, rumahmu di mana. Aku pun menjawab suka novel cerita petualangan, tentang sihir seperti Harry Potter, hobiku main piano, rumah di Bogem (red. Bayat Klaten). Kami pun berfoto bersama. Walaupun pertemuan singkat namun berkesan di hati. Beliau, yang banyak urusan dan tugas, mau ke SD Kanisius Bayat dan bertemu Winanti. Beliau berpesan agar Winan berlatih menulis terus.
Sebenarnya, menulis bukanlah keahlianku tetapi lama-lama, karena terbiasa literasi, jadi bisa menulis cerita. Itu pun hanya cerita pengalaman keseharian Winan di sekolah. Pak Lukas guru kelasku selalu menyemangati dan meyakinkanku bisa menulis cerita.
Saat pertama kali menulis cerita tentang kegiatan di kebun sekolah, tak kusangka ceritanya dikirim Pak Lukas ke Yayasan Kanisius dan dimuat di saluran Kanisius (red. website, instagram). Melihat namaku tertulis kontributor, Winan sungguh kaget dan senang hatiku. Apalagi saat ada bereaksi memberi tanda hoki atau jempol, artinya ada yang membaca dan menyukainya. Hal yang terlihat sederhana tapi membantuku bersemangat untuk menulis cerita lagi.
Hingga akhirnya aku menjadi terbiasa menulis cerita pengalamanku; yang awalnya ada di hati dan pikiranku sekarang bisaku tulis dan ceritakan pada orang lain. Menulis cerita memberiku pelajaran untuk memahami diriku, karena menulis membuatku harus mengingat apa yang sudah aku lakukan, mengkoreksi diriku apa hal yang baik dan jelek yang telah kulakukan.
Aku berharap semoga dengan menulis cerita, ke depannya membuatku menjadi lebih baik dan percaya diri. AYO WINAN SEMANGAT!