Memasuki masa Pekan Suci, umat Katolik diajak untuk semakin menghayati nilai kasih dan kepedulian terhadap sesama. Menyambut momen ini, SD Kanisius Kenalan mengadakan kegiatan aksi sosial bertajuk “Truwi Trini”, yang berarti menengok yang lemah.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian murid terhadap sesama, khususnya mereka yang mengalami keterbatasan fisik dan membutuhkan perhatian serta dukungan untuk keberlangsungan hidupnya. Aksi “Truwi Trini” dilaksanakan di enam zona yang disesuaikan dengan wilayah tempat tinggal murid, sehingga keterlibatan anak menjadi lebih dekat dengan lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pendataan oleh murid terhadap warga yang membutuhkan sapaan dan perhatian, terutama mereka yang tergolong lemah. Data tersebut kemudian dikoordinasikan oleh pendamping bersama koordinator zona untuk menentukan penerima kunjungan.
Dalam proses persiapan, murid secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari menentukan jenis bantuan yang akan diberikan hingga pembagian tugas. Bingkisan yang disiapkan umumnya berupa paket sembako. Selain itu, murid juga belajar berbagi peran masing-masing, seperti menyampaikan sapaan (matur kula nuwun), berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa, serta menyiapkan doa untuk didaraskan bersama.
Pada tahap berikutnya, murid melakukan pembelian kebutuhan sembako sesuai hasil kesepakatan. Barang-barang yang telah dibeli kemudian dikumpulkan dan ditata di sekolah. Dalam kegiatan ini, berhasil disiapkan sebanyak 12 paket sembako untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Pelaksanaan kunjungan dilakukan secara bertahap sesuai zona. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB di zona Plengan dan Wonolelo, dilanjutkan pukul 09.30 WIB di zona Sawit, dan ditutup di zona Kerug pada pukul 11.30 WIB.
Melalui kegiatan “Truwi Trini”, murid tidak hanya belajar berbagi, tetapi juga mengembangkan empati, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kasih yang menjadi inti perayaan Paskah. Kegiatan ini memiliki semangat yang serupa dengan program “Tengok Orang Sakit dan Jompo” (TOSPO), namun lebih menitikberatkan pada pelayanan kepada mereka yang memiliki keterbatasan raga.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan murid semakin peka terhadap kondisi sekitar dan mampu menjadi pribadi yang peduli dan berbela rasa dalam kehidupan sehari-hari. “Truwi Trini” menggenapi ibadat Jalan Salib Pemerdekaan yang telah dilakukan sehari sebelumnya, Senin 30 Maret, di jalan setapak pedesaan sekitar SD Kanisius Kenalan.