Jumat, 13 Maret 2026 aku bersama teman-teman sekelas dan kakak kelas VI mengikuti rekoleksi iman di Taman Doa Apius Klaten setelah usai ujian dan penerimaan rapor tengah semester. Setelah semua anak dan Ibu Bapak Guru berkumpul, acara pun dimulai dengan diawali bernyanyi “Kasih Yesus” dan berdoa bersama.
Sesi pertama aku dan teman-teman mendengarkan Bapak F.X. Dhoni Setyawan yang bercerita tentang mimpi. Mimpi adalah cita-cita atau harapan kita. Mimpi membawa semangat untuk diwujudkan. Karena Tuhan sudah memberi talenta pada setiap anak, maka kita harus berani mempunyai mimpi yang indah dan besar. Namun untuk mewujudkannya juga harus berusaha yang besar dan giat dan yang penting jangan lupa berdoa. Seperti itu singkat cerita yang diberikan Pak Dhoni.
Sesi kedua bersama Bu Mariya. Kami diberi arahan untuk berani dan belajar giat meraih cita-citaku. Di sesi ini kami dibagi kelompok untuk membuat refleksi diri tentang apa cita-citaku, bagaimana mewujudkannya dan apa kendala yang kuhadapi. Sebagai selingan kegiatan tak lupa kami bermain bersama dan estafet air dalam gelas. Sejenak hilang penat dan lelah kami.
Lalu kami melanjutkan acara refleksi bersama Pak Lukas. Sesi ini membuatku semakin mengenal diriku: apa yang kuinginkan dan bagaimana aku harus mewujudkannya. Pak Lukas menjelaskan proses pembuatan pisau mulai dari bahan besi, ditempa, dibentuk, diasah hingga bisa dipakai. Proses yang panjang dan banyak kendala. Seperti itu pulalah prosesku belajar mengenal diri.
Dimulai dari belajar di rumah bersama ayah ibu dan keluarga. Lalu di sekolah bersama guru dan teman-teman di Gereja. Banyak hal baik dan tidak baik aku alami tapi semua itu proses untukku mengenal diriku dan talenta dalam diriku. Dari proses itu, saat ini aku bisa mengenal diriku sebagai berikut: “Aku Winanti. aku suka bermain piano dan lego. Saat ini aku mengerti Tuhan memberiku talenta ini dan aku harus berusaha mengembangkannya dengan rajin belajar dan giat berlatih. Jangan gampang menyerah jika menemui kesulitan”.
Aku punya mimpi besar dan bercita-cita menjadi guru musik. Aku percaya talenta yang Tuhan beri bisa aku kembangkan walau butuh usaha besar. Aku yakin doa dan usaha akan membawa hasil yang indah. Selalu melibatkan Tuhan dalam mimpi kita tidak akan mengecewakan. Walau kadang kita gagal, jangan putus asa. Ada Tuhan yang menjaga dan menguatkan. Itulah harapanku agar bisa mewujudkan mimpi besarku. Bersama Tuhan kita bisa. Percaya rencana Tuhan itu indah.
Terima kasih Ibu Bapak Guru. Kegiatan rekoleksi ini membuatku belajar semakin mengenal diri dan berusaha menjadi pribadi baik. “Semangat, Winan bisa wujudkan cita-cita. Amin!”