Kepemimpinan dalam semangat Kanisius bukan sekadar tentang memegang jabatan, melainkan tentang keberanian untuk menjadi penggerak perubahan bagi sesama. Nilai inilah yang mendasari pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pengurus OSIS SMP Kanisius Kalasan. Kegiatan yang mengusung tema "Pemimpin Penggerak Perubahan" ini menjadi kian istimewa melalui kolaborasi dengan narasumber dari SMA Kolese de Britto, yaitu Yoga Jati Kusuma, S.Pd., Carolus Boromeus Aditya Deddy Perdana, S.Pd., dan Christophorus Danang Wahyu Prasetio, S.Or., M.M. Turut berbagi pengalaman pula dua alumni SMP Kanisius Kalasan yang kini menjadi murid kelas XI SMA Kolese de Britto, yaitu Handito Permono dan Christophorus Febrian Tri Widagdo
Rangkaian pembentukan karakter ini dimulai dengan tahap Pra-LDK. Dalam tahap ini, 25 pengurus OSIS terpilih diberikan pengantar mengenai visi pemimpin penggerak, pembagian kelompok, serta penugasan awal. Hal ini bertujuan untuk membangun kesiapan mental dan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap tanggung jawab baru yang mereka emban.
Dinamika Luar Ruang: Tangguh di Tengah Tantangan
Kegiatan inti LDK dibuka dengan doa dan sambutan hangat dari pihak sekolah. Tak lama kemudian, para murid diajak berdinamika di luar ruangan untuk menguji ketangguhan fisik dan mental. Bertempat di sebelah timur jalur jalan tol dengan hiruk pikuknya, di bawah sengatan matahari pagi dan ditemani oleh para lansia yang kebetulan mengadakan senam pagi di lapangan sekolah, para murid membentuk formasi melingkar. Dengan penuh semangat, mereka menyerukan tagline sekolah “Karakter Hebat, Prestasi Dapat” dan menampilkan yel-yel yang sudah disiapkan oleh masing-masing kelompok. Hal ini membuktikan bahwa seorang pemimpin Kanisius harus tetap tegak berdiri meski di tengah situasi yang menantang.
Kegiatan berlanjut dengan permainan "tukar sepatu". Setiap peserta diminta mengikuti instruksi narasumber dengan konsentrasi penuh supaya tetap bisa paham apa yang disampaikan dengan begitu banyak gangguan suara di sekitarnya. Dalam formasi melingkar, setiap peserta melepaskan dan meletakkan salah satu sepatu kemudian memilih salah satu sepatu secara ajak. Para murid kemudian diajak berpikir dan menyampaikan pendapat tentag makna games “tukar sepatu”.Games dilanjutkan dengan simulasi mengibarkan bendera menggunakan sumber daya terbatas, yakni 5 tongkat dan 3 tali pramuka. Melalui dinamika ini, para murid diajak mengikat makna tentang pentingnya empati, strategi yang matang, serta koordinasi tim yang solid untuk mencapai tujuan bersama.
Masuk ke sesi materi di dalam ruangan, para narasumber dari SMA Kolese de Britto membimbing pengurus OSIS menyelami diri melalui metode Jendela Johari supaya bisa memetakan potensi diri serta menyadari area yang masih perlu dikembangkan.
Kedalaman spiritualitas juga menjadi fokus utama dalam sesi kedua. Para murid diperkenalkan dengan metode Examen dan Sharing Tiga Putaran. Dalam kelompok-kelompok kecil yang didampingi oleh guru pendamping dan narasumber, para murid belajar merefleksikan setiap peristiwa dan mendengarkan rekan sejawat dengan hati. Praktik ini sejalan dengan nilai Cura Personalis, di mana setiap pribadi dihargai dan didampingi secara utuh.
Pada sesi ketiga, aspek kompetensi komunikasi diasah melalui pelatihan public speaking. Para murid ditantang untuk melakukan orasi mandiri yang memiliki daya ajak kuat serta mementaskan teater mini. Melalui simulasi ini, pengurus OSIS dilatih untuk berani menyuarakan aspirasi dan menyampaikan pesan perubahan secara persuasif kepada warga sekolah.
Siap Melayani
Seluruh rangkaian LDK diakhiri dengan sesi pengikat makna dan ibadat penutup. Melalui kegiatan ini, diharapkan 25 pengurus OSIS SMP Kanisius Kalasan tidak hanya menjadi pemimpin yang cerdas, tetapi juga pemimpin yang rendah hati dan siap menggerakkan perubahan positif di sekolah.
Terima kasih kepada Pak Danang, Pak Didit, Pak Yoga, Mas Dito dan Mas Febri dari SMA Kolese de Britto atas ilmu dan inspirasinya. Selamat bertugas bagi para pemimpin muda SMP Kanisius Kalasan!