Langit pagi di Bulan Februari menghadirkan ragam yang berbeda. Bukan lagi aktivitas belajar bisa, melainkan ada desas-desus kegembiraan yang membungkus serambi sekolah. Tepat di Hari Kamis, 19 Februari 2026, sebuah tradisi istimewa dirayakan: Perayaan Hari Valentine dan Tahun Baru Imlek. Kala itu, lapangan seakan beralih menjadi panggung sederhana. Tak seperti biasanya, ratusan murid berdatangan tidak mengenakan seragam sekolah, melainkan dengan pakaian nuansa merah khas Imlek. Berbalut cheongsam yang beranekaragam, hingga kaos merah memeriahkan suasana pagi di sekolah. Tak lupa, di tangan mereka, terselip coklat yang siap dibagikan. Atmosfer kebhinekaan terasa lekat dan hangat.
Puncak acara berpusat di lapangan sekolah. Dipandu oleh Bapak dan Ibu Guru, seluruh murid serempak membentuk lingkaran besar. Suasana menjadi hening, ketika doa syukur dituturkan. Perayaan Valentine tidak hanya tentang tukar coklat, melainkan sebuah kehangatan untuk memuji kasih sayang Tuhan yang kita terima melalui orang tua, guru dan teman. Sementara, Imlek menjadi sebuah simbol pengharapan baru, keberuntungan yang mengalir sepanjang perjalanan hidup, dan keberanian untuk terus melangkah. Perayaan Imlek ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan tanpa memandang perbedaan yang ada. Kedua tradisi ini menjadi permenungan bagi anak-anak agar senantiasa tumbuh menjadi pribadi yang selaras dengan nilai dasar Kanisisus.
Kehebohan terjadi saat sesi Tukar Coklat. Dilengkapi dengan canda dan tawa, anak-anak saling bertukar coklat. Tak ada kelas, tak mengenal perbedaan agama dan suku. Yang ada hanyalah kehangatan dan keceriaan berbagi. Di penghujung acara, ditutup dengan makan coklat bersama. Senyuman manis mereka menjadi pelengkap kebahagiaan saat itu.
Kisah di SD Kanisius Condongcatur ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui tradisi yang menggembirakan. Valentine dan Imlek bukan sekadar coklat dan baju merah, melainkan menumbuhkan toleransi dan kasih sayang melalui kebhinekaan Indonesia. Sebuah kisah unik yang merefleksikan dan terus menginspirasi kita untuk merawat “Rumah Kita Bersama” denga penuh cinta.