Sleman, 21 Oktober 2025 — Dalam semangat kebersamaan dan devosi kepada Bunda Maria, seluruh warga sekolah di SD Kanisius Ngapak 2 Sleman DIY melaksanakan kegiatan membuat rosario sebagai bagian dari peringatan Bulan Rosario. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan bimbingan para guru dan dukungan dari orang tua.
Doa yang Dirangkai dengan Cinta
Aula sekolah disulap menjadi ruang doa penuh warna. Di ruangan anak-anak sudah berkelompok dan diberi bahan-bahan untuk membuat rosario: tali nilon, manik-manik berwarna, serta salib kecil. Anak-anak tampak antusias, memadukan warna-warna manik dengan kreativitas masing-masing. Sebelum memulai, kegiatan diawali dengan doa pembuka dan penjelasan singkat tentang makna doa rosario oleh guru agama. Anak-anak diajak memahami bahwa setiap butir yang mereka rangkai bukan sekadar hiasan, tetapi lambang doa dan iman yang menghubungkan mereka dengan Yesus melalui Bunda Maria.
Belajar Iman melalui Karya
Dengan penuh kesabaran dan sukacita, anak-anak mulai merangkai satu per satu butir rosario. Para guru mendampingi mereka sambil menjelaskan susunan doa: sepuluh butir Salam Maria, satu butir Bapa Kami, serta salib sebagai tanda iman. Suasana kegiatan terasa hangat. Di tengah kegiatan, terdengar tawa, doa, dan ungkapan bangga dari anak-anak yang berhasil menyelesaikan karya pertama mereka.
Menumbuhkan Iman Sejak Dini
Kepala SD Kanisius Ngapak 2 Sleman DIY menyampaikan bahwa kegiatan membuat rosario ini bertujuan menanamkan nilai iman dan devosi sejak dini. “Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu cara berdoa rosario, tetapi juga mengalami makna doa itu sendiri melalui karya tangan mereka. Setiap butir yang mereka rangkai adalah tanda cinta kepada Tuhan,” ujar beliau.
Semangat Doa Yang Hidup
Kegiatan sederhana ini menjadi pengalaman iman yang berkesan. Melalui kegiatan membuat rosario, anak-anak belajar bahwa doa dapat diwujudkan dalam tindakan, ketekunan, dan kasih. Setiap manik yang mereka rangkai bukan hanya hiasan, melainkan simbol harapan dan cinta kepada Tuhan. Semoga semangat doa dan devosi yang tumbuh melalui kegiatan ini terus hidup dalam hati anak-anak dan komunitas sekolah.