17 Oktober 2025. Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan tampak memenuhi kompleks Paroki Santo Antonius Muntilan sejak pagi hari. Hari ini, Kevikepan Kedu menggelar Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2025, sebuah momen penting yang tidak hanya merayakan anugerah pangan sebagai sumber kehidupan, tetapi juga mengajak umat untuk semakin peduli terhadap kedaulatan pangan, kelestarian alam, dan solidaritas sosial.
Rangkaian acara peringatan HPS 2025 dibuka pada hari Jumat 17 Oktober 2025, diawali dengan karnaval prosesi gunungan dari Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan (PPSM) menuju kompleks Gereja Santo Antonius Muntilan. Gunungan yang disusun dari berbagai hasil panen petani lokal, seperti: sayur, buah, dan umbi-umbian menjadi simbol rasa syukur atas berkat pangan yang melimpah serta ajakan untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama.
Dalam prosesi tersebut, kelompok drumband SMP Kanisius Muntilan tampil sebagai pengiring arak-arakan. Iringan musik drumband berpadu dengan semangat para peserta, menjadikan perjalanan dari PPSM ke Gereja terasa seperti perayaan besar yang menggugah kebersamaan lintas paroki. Setibanya di kompleks gereja, acara dilanjutkan dengan opening ceremonial yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai paroki se-Kevikepan Kedu, para imam, tokoh masyarakat, serta lembaga pendidikan Katolik.
Dalam momen tersebut, SMP Kanisius Muntilan kembali mendapat kehormatan untuk tampil di hadapan tamu undangan dan seluruh umat. Dengan penuh percaya diri, para siswa mempersembahkan tari tradisional yang menggambarkan kegembiraan dan rasa syukur atas hasil bumi. Tak berhenti di situ, suasana semakin semarak dengan penampilan tari Gedruk, kesenian khas Magelang yang menggambarkan semangat, ketangguhan, dan kerja keras masyarakat pedesaan. Lantunan musik dan hentakan kaki para penari menghadirkan energi yang menggugah, seolah menyatukan semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya dan menghormati para petani sebagai pahlawan pangan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kekeluargaan sangat terasa. Para peserta, panitia, dan umat saling berinteraksi dengan hangat. Stand-stand hasil bumi lokal, produk UMKM, dan makanan tradisional turut meramaikan kompleks gereja, mencerminkan keberagaman dan kekayaan pangan lokal yang patut dijaga.
Perayaan Hari Pangan Sedunia Kevikepan Kedu 2025 di Paroki Santo Antonius Muntilan menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong, cinta budaya, dan kepedulian terhadap bumi dapat menyatu dalam satu perayaan penuh makna.