Ungaran - 30 September 2026 menjadi hari yang menyenangkan bagi kami. Sekolah kami, SD Kanisius Genuk, mengadakan berbagai lomba untuk memperingati Bulan Kitab Suci Nasional atau BKSN. Kami datang dengan penuh semangat dan tidak sabar mengikuti kegiatan bersama teman-teman.
Teman kelas satu sampai kelas tiga mengikuti lomba mewarnai, cerdas cermat, dan menyanyi lagu rohani. Sementara itu, siswa kelas empat sampai kelas enam mengikuti lomba menyusun ayat, mencari dan membaca ayat Kitab Suci, serta cerdas cermat. Setiap lomba mengajak kami belajar mengingat, membaca, berpikir cepat, dan bekerja sama dengan teman.
Dalam lomba menyusun ayat, kami berada dalam kelompok yang berbeda. Setiap kelompok mendapat waktu sepuluh detik untuk mengingat sebuah ayat. Setelah itu, kami harus menyusun potongan kata yang sudah diacak di meja. Wah, kami harus bergerak cepat dan tetap teliti! Satu kata yang tertukar bisa membuat susunan ayat kurang tepat.
Kelompok Aisya membagi tugas menghafal kata sesuai urutannya. Setelah waktu habis, mereka segera menyusun potongan kata bersama. Hore! Kelompok Aisya menjadi kelompok pertama yang selesai dengan susunan benar. Pengalaman ini mengajarkan kami bahwa kecepatan perlu disertai ketelitian dan kerja sama.
Lomba berikutnya adalah mencari dan membaca ayat Kitab Suci. Kami berusaha menemukan ayat yang disebutkan, lalu membacakannya. Rasanya menegangkan saat membuka halaman sambil mencari ayat yang tepat. Nael, teman kami, berhasil menemukannya lebih cepat dan menjadi pemenang. Kami tetap senang karena mendapat pengalaman serta semakin mengenal letak kitab dan ayat.
Saat cerdas cermat dimulai, kami kembali bersemangat bersama kelompok masing-masing. Kami mendengarkan pertanyaan dengan saksama dan berusaha menjawab secepat mungkin. Kelompok Rafael berhasil menang dan mendapat hadiah. Meskipun hasilnya berbeda, kami sama-sama belajar bersyukur, menerima kekalahan, dan menghargai perjuangan teman selama mengikuti perlombaan di kelas.
Setelah berlomba, kami merenungkan dan menyadari bahwa keraguan membuat kami kehilangan kesempatan menjawab pertanyaan. Kami belajar bahwa belum menang bukan alasan untuk menyerah. Kami ingin lebih percaya diri dan terus berusaha bersama.
Bagi kami, membaca Kitab Suci tidak hanya dilakukan pada bulan September, tetapi juga setiap hari. Dalam renungan setiap pagi yang dipimpin Bapak dan Ibu Guru, kami diajak semakin mengenal Tuhan. Kami diajarkan ayat hafalan untuk hari itu dan dibantu memahami pesannya dengan bahasa sederhana sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Melalui renungan dan kegiatan BKSN, kami diajak melihat kembali sikap kami. Apakah kami sudah jujur, mau membantu, dan menghargai teman? Apakah kami sudah berani mencoba dan menerima hasil dengan lapang dada? Pertanyaan itu membantu kami menyadari hal yang perlu diperbaiki.
Kami belajar bahwa menjadi lebih baik membutuhkan latihan setiap hari. Kami ingin menjalankan pesan Kitab Suci melalui perbuatan sederhana. Kami mau membantu teman yang kesulitan, mendengarkan guru, menaati orang tua, dan memberi selamat kepada pemenang. Semoga Firman Tuhan selalu kami ingat dan lakukan, baik di sekolah maupun di rumah.