Ungaran - Rabu, 7 Oktober 2026, kami dan teman-teman SD Kanisius Genuk mengikuti Pembelajaran Luar Sekolah atau PLS. Sejak berangkat aku sudah merasa senang dan penasaran. Kali ini, kami belajar di sawah milik Pak Dimas, guru olahraga kami yang juga menjadi sawah belajarnya para murid Kanisius Genuk. Ternyata, belajar di alam terasa sangat seru!
Di sawah, kami mengamati tanaman jagung, seledri, bayam, terong, dan cabai. Bu Guru menjelaskan bahwa tanaman itu ditanam dengan metode tumpang sari. Artinya, beberapa jenis tanaman ditanam bersama pada lahan yang sama. Kami baru tahu bahwa satu lahan bisa digunakan untuk menanam bermacam tanaman sekaligus.
Kami juga belajar tentang ekosistem sawah. Ada komponen biotik, yaitu makhluk hidup seperti tanaman, hewan, dan manusia. Ada juga komponen abiotik, seperti tanah, air, udara, dan cahaya matahari. Semuanya saling berhubungan. Tanaman membutuhkan air dan cahaya, sedangkan hewan membutuhkan makanan dan tempat tinggal.
Setelah itu, kami mengamati tulang daun dan menemukan bentuk menyirip, menjari, sejajar, dan melengkung. Kami juga belajar mengenali batang berkayu, batang basah, dan batang rumput. Kami memperhatikan perbedaannya dengan penasaran. Daun dan batang yang biasanya hanya kulihat sekilas ternyata bisa menjadi bahan pelajaran.
Kami juga belajar tentang rantai makanan. Contohnya, sayuran dimakan ulat, ulat dimakan burung, lalu burung dimakan ular. Dari situ, aku memahami bahwa makhluk hidup saling membutuhkan. Jika salah satu bagian terganggu, kehidupan makhluk lainnya juga bisa terpengaruh. Karena itu, kita perlu menjaga keseimbangan alam.
Ada hewan lucu yang membuat kami penasaran. Kata Bu Guru, namanya yuyu. Kami baru pertama kali melihatnya! Biasanya, kami hanya melihat kepiting besar. Ternyata, masih banyak makhluk hidup di sekitarku yang belum kukenal.
Bersama Pak Dimas, kami belajar memanen kangkung dan tomat dengan benar. Kami juga mengikat hasil panen kangkung seperti yang kami lihat di pasar. Kami berusaha mengikuti petunjuk supaya tanaman tidak rusak. Saat melihat petani merawat tanaman, kami sadar bahwa makanan yang kami nikmati berasal dari kerja keras mereka.
Berikutnya, kami melihat ayam, mentok, dan kambing. Kami memberi mereka makan dan berinteraksi dengan mereka. Rasanya menyenangkan sekali! Kami belajar bahwa hewan perlu dirawat dan diperlakukan dengan baik. Mereka juga membutuhkan makanan agar tetap sehat.
Kegiatan yang paling membuat kami berdebar adalah bermain air di sungai. Awalnya, kami takut karena belum terbiasa. Setelah mencoba, ternyata kami merasa senang. Kami bermain bersama teman-teman dan menjadi lebih percaya diri. Sesudahnya, kami membilas badan, lalu makan bersama dengan lauk sayuran, tempe, dan ayam.
Memetik Buah Pengalaman
Kami mencoba mengingat kembali pengalaman hari itu. Apa yang membuatku senang? Mengapa aku sempat takut? Apa yang dapat kulakukan setelah pulang? Pertanyaan-pertanyaan itu membuatku melihat bahwa keseruan di sawah dan sungai membawa aku belajar mengenali hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya, menghargai pekerjaan petani.
Aku ingin meneruskan pelajaran itu melalui tindakan sederhana. Kami akan lebih berani mencoba hal baru dengan tetap berhati-hati dan mengikuti arahan. Aku juga ingin merawat tanaman, memperlakukan hewan dengan baik, menjaga kebersihan tanah dan air, serta mengambil makanan secukupnya agar tidak terbuang.
Hari itu aku pulang membawa pengalaman yang menyenangkan dan sebuah kesadaran baru: belajar dapat berlangsung di mana saja. Dari sawah aku belajar menghargai kerja keras, peduli, dan berani menghadapi keraguan.