Wedi Klaten – Siapa sangka, tempat yang dahulu hanya berupa lahan kosong penuh pepohonan dan tumpukan material, hari ini Jumat, 14 Agustus 2026 menjadi tempat anak-anak berdiri tegak dengan wajah penuh sukacita.
Ada cerita panjang di balik lapangan baru SD Kanisius Murukan 02. Lahan tersebut merupakan lahan yang dibeli oleh Yayasan Kanisius untuk dimanfaatkan oleh sekolah dalam mendukung berbagai kegiatan pendidikan.
Pada awalnya, lahan ini masih berupa area kosong yang dipenuhi pepohonan dan tumpukan material. Sekolah kemudian berupaya membersihkan dan menata lahan tersebut agar dapat menjadi ruang yang lebih bermanfaat bagi anak-anak.
Dalam prosesnya, lahirlah sebuah gerakan yang diberi nama “Gerakan Sahabat SD KaMu 02”. Gerakan ini menjadi bentuk ajakan kepada berbagai pihak untuk ikut ambil bagian dalam menghadirkan fasilitas yang semakin mendukung kegiatan anak-anak. Melalui gerakan tersebut, sekolah berupaya mewujudkan beberapa fasilitas, antara lain lapangan bola, lapangan voli, dan kebun sekolah mini. Tentu, semuanya tidak terjadi dalam satu malam. Ada tenaga, waktu, gagasan, kepedulian, dan dukungan dari banyak pihak yang perlahan-lahan mengubah lahan yang sebelumnya belum tertata menjadi ruang yang kini mulai hidup dan dimanfaatkan anak-anak.
Hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka, SD Kanisius Murukan 02 untuk pertama kalinya menggunakan lapangan tersebut sebagai tempat pelaksanaan upacara bendera. Suasana pagi terasa berbeda. Dengan hati riang dan penuh kegembiraan, anak-anak berdiri bersama di lapangan baru. Mereka dapat berbaris dengan lebih rapi dalam satu barisan. Bahkan, suasana upacara terasa lebih nyaman karena pepohonan di sekitar lapangan memberikan keteduhan, sementara posisi gedung sekolah turut membantu menghalangi teriknya sinar matahari.
Bagi anak-anak, mungkin ini hanyalah sebuah upacara di lapangan baru. Namun bagi sekolah, hari ini adalah sebuah penanda bahwa sebuah mimpi yang dikerjakan bersama perlahan mulai menjadi nyata. Dari lahan kosong menjadi lapangan. Dari sebuah gerakan kecil menjadi sebuah ruang yang dapat digunakan bersama. Dan dari sebuah upaya sederhana, lahirlah kebahagiaan bagi anak-anak.