Sengkan Yogyakarta - Namaku Mika. Aku kelas IV B di SD Kanisius Sengkan. Aku ikut ekstrakurikuler robotik. Aku ikut karena penasaran. Aku ikut robotik sejak kelas tiga.
Saat kelas empat, aku diajar oleh guru dari SPI (Sekolah Programming Indonesia). Gurunya adalah Mr. Joseph dan Ms. Amel. Alat-alat yang digunakan pada pelajaran robotik, yaitu Arduino uno board, breadboard, sensor ultrasonic, buzzer, servo, LED, kabel jumper, dan push button.
Kita harus memahami fungsi -fungsi alat tersebut, dapat merangkai alat tersebut, dan bisa membuat coding dengan mblock.
Saat festival bakat aku dan teman setimku dapat kesempatan presentasi. Proyekku adalah palang otomatis; jika push button ditekan, maka palang akan terbuka.
Aku agak deg-degan sebelum presentasi dimulai. Aku berpikir apa yang mungkin bisa salah dan apa akibatnya jika salah. Saat hampir mulai, ada dua masalah. Pertama, LED tak menyala; dan kedua, servo memutar tak sesuai perkiraan. Untungnya kedua masalah itu terselesaikan. Presentasi juga lancar jaya.
Lalu menjelang akhir semester, kami diminta untuk membuat final project. Masing-masing kelompok ada dua orang. Aku sekelompok dengan Chester.
Ide awal, kami munggunakan IR remote dan penerima sinyal IR. Tapi ayahku mengusulkan untuk menggunakan sensor ultrasonic juga. Kemudian kami menggabungkan kedua sensor tersebut. Jadi yang dari sisi luar pakai remote IR dan yang dari sisi dalam pakai sensor ultrasonic. Jadi kalau ada orang keluar dari dalam pintu akan terbuka tanpa harus melakukan apa-apa. Di akhir semester kami mempresentasikan proyek ini dan semuanya berjalan dengan lancar.
Jadi begitulah cerita pengalaman dariku. Kesimpulanku, aku merasa senang dan belajar hal yang baru. Terima kasih.