Jatingaleh Semarang - Halo sobat Kanisian! Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran, Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan ujian sekolah selesai dilaksanakan, murid kelas VI SD Kanisius Jatingaleh mengikuti berbagai kegiatan positif dan kreatif untuk mengisi waktu belajar di akhir tahun pelajaran ini.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan kokurikuler membuat mading digital. Kegiatan ini menjadi sarana bagi murid untuk lebih aktif belajar sekaligus mengembangkan kreativitas, kerja sama, dan keterampilan memanfaatkan teknologi secara bijak.
Perkembangan teknologi di era digital ini membawa banyak perubahan dalam dunia pendidikan. Sumber belajar juga bisa kita akses dari mana pun. Adapun kegiatan kokurikuler ini terintegrasi dengan pelajaran Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, dan IPAS. Murid diajak untuk belajar menyampaikan informasi secara menarik dan kreatif dalam bentuk mading digital.
Murid kelas VI mengikuti kegiatan pembuatan mading digital dengan penuh semangat dan antusias. Di awal pembuatannya, mereka dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan tema mading yang berbeda-beda. Kami membaginya dengan menggunakan cara undian.
Tema yang kami angkat adalah tentang kebersihan lingkungan sekolah, proses pembelajaran di kelas yang menyenangkan, gerakan anti bullying, kearifan lokal di Kota Semarang, dan pembiasaan baik di sekolah. Setelah mendapatkan tema, mereka mulai mencari informasi dari berbagai sumber terpercaya yaitu dengan cara wawancara dan internet.
Tahap selanjutnya adalah menyusun isi mading digital yang sudah murid kumpulkan sebelumnya. Mereka menyusun informasi yang didapat tersebut ke dalam aplikasi Canva. Mereka mempraktikan cara membuat website sederhana melalui aplikasi Canva dengan bimbingan guru.
Mereka belajar membuat judul yang menarik, menulis artikel singkat, menyisipkan gambar atau video pendukung, serta mengatur tata letak agar tampilan terlihat menarik dan mudah dibaca. Murid terlihat fokus dan bekerja sama saat mengerjakan proyek mading digital ini, terlihat dari semangat mereka saat mewawancarai narasumber, menyusun gambar atau video di aplikasi Canva.
Berikutnya setelah mading digital selesai dibuat dan sudah melalui proses konsultasi kepada guru, murid belajar mempublikasikan website yang sudah jadi tersebut melalui barcode. Dengan bimbingan dan kerja sama mereka yang luar biasa akhirnya barcode mading digitalpun siap untuk disebarluaskan.
Mereka saling mencoba untuk scan barcode dari kelompok lain, lalu meminta bantuan adik kelas, orang tua murid yang sedang menjemput, dan beberapa guru lainnya untuk melihat mading digital yang mereka buat. Murid kelas VI merasa senang dan lega saat mading digital mereka berhasil menampilkan hasil karya mereka dengan lancar.
Adapun dari beberapa kelompok meminta pemirsa mading digital untuk memberikan rating atau penilaian terhadap hasil karya mereka. Ada yang memberi nilai 8, 9 bahkan 10 untuk karya yang dibuat. Hal tersebut menambah antusias murid kelas VI membagikan mading digital yang mereka buat.
Kegiatan ini memberikan banyak pengalaman berharga bagi murid kelas VI. Mereka belajar bekerja sama dalam kelompok, menghargai pendapat teman, gotong royong, bernalar kritis, dan mengasah kreativitas. Ada murid yang tugasnya mengumpulkan konten, menulis artikel sederhana, mencari gambar, mendesain tampilan, maupun mempromosikan hasil karyanya. Mereka terlibat aktif sesuai kemampuan masing-masing.
Selain meningkatkan keterampilan teknologi, kegiatan membuat mading digital juga membantu murid melatih kemampuan literasi. Mereka belajar memilih informasi penting, menyusun kalimat yang baik, dan menyampaikan pesan secara jelas kepada pembaca. Kemampuan ini sangat penting sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
Akhir kata, melalui kegiatan kokurikuler ini, murid kelas VI juga mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan. Mereka tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga belajar berkolaborasi, berkomunikasi serta berpikir kreatif di era digital.
Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan agar murid semakin siap menghadapi tantangan masa depan dengan kemampuan, karakter, dan kreativitas yang baik. “Dari papan tulis sampai layar digital, kami siap berkembang bersama zaman”.