Genuk - Dalam semangat iman yang hidup dan penuh sukacita, SD Kanisius Genuk Ungaran menyelenggarakan kegiatan Lomba Sempoa pada hari Senin, 27 April 2026. Kegiatan ini bertepatan dengan perayaan pesta nama Santo Petrus Kanisius dan mengusung tema “Cerdas Berhitung, Tangguh Beriman Bersama Santo Petrus Kanisius.” Tema ini tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga meneguhkan pentingnya iman sebagai dasar dalam setiap proses pendidikan.
Santo Petrus Kanisius, seorang tokoh iman yang dikenal sebagai pelindung sekolah-sekolah Yayasan Kanisius. Semangat beliau menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus mengembangkan diri, tidak hanya dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam kehidupan rohani yang mendalam.
Lomba ini dilaksanakan di lingkungan sekolah SD Kanisius Genuk, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dan diikuti oleh siswa-siswi kelas 1 sampai 4. Mereka berpartisipasi dengan penuh semangat, menghadirkan wajah-wajah antusias yang mencerminkan harapan masa depan yang cerah. Setiap anak tidak hanya berlomba untuk menjadi yang terbaik dalam berhitung, tetapi juga belajar untuk menghidupi nilai-nilai kejujuran, ketekunan, dan kerendahan hati.
Kegiatan lomba ini juga menjadi bagian dari pengembangan program ekstrakurikuler sempoa di SD Kanisius Genuk yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa.
Melalui latihan yang rutin dan terarah, siswa tidak hanya semakin terampil dalam berhitung cepat dan tepat, tetapi juga dilatih untuk lebih fokus, percaya diri, serta siap menghadapi berbagai tantangan dalam pembelajaran
Selama lomba berlangsung, suasana penuh ketertiban dan kegembiraan terasa begitu kuat. Para peserta menunjukkan kemampuan berhitung dengan sempoa secara cepat dan tepat, mencerminkan latihan yang tekun dan disiplin.
Di sisi lain, para guru dan panitia turut mendampingi dengan penuh perhatian, memastikan bahwa setiap anak merasa dihargai dan didukung. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa kecerdasan sejati bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang bagaimana mereka mengandalkan Tuhan dalam setiap usaha, serta menjaga sikap yang baik dalam kemenangan maupun kekalahan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta semakin menyadari bahwa iman adalah fondasi utama dalam meraih keberhasilan. Seperti Santo Petrus Kanisius yang setia dalam panggilannya, para siswa pun diajak untuk menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, dan beriman dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, kegiatan ini kiranya menjadi benih kecil yang terus tumbuh dalam diri setiap anak, perlahan membentuk pribadi yang cerdas secara akademik serta kokoh dalam iman dan karakter.
Semoga setiap proses yang telah dilalui menjadi pengalaman berharga yang menuntun langkah mereka ke depan, dan dalam setiap usaha yang dilakukan, selalu ada penyertaan serta berkat Tuhan. AMDG.