Wonosari – Suasana hangat dan penuh kegembiraan menyelimuti lapangan basket SMP Kanisius Wonosari pada Minggu, 26 April 2026. Ratusan orang berkumpul di bawah tenda besar untuk merayakan “Canisius Day”, sebuah gelaran tahunan yang diselenggarakan guna memeriahkan pesta nama pelindung sekolah, Santo Petrus Kanisius.
Acara dibuka dengan alunan merdu iringan gamelan yang menggema sejak pukul 08.30 WIB. Selama 30 menit, musik tradisional ini menyambut kehadiran para tamu undangan sebelum acara inti dimulai tepat pukul 09.00 WIB.
Pentas Kreativitas dan Gelar Potensi
Panggung utama menjadi pusat perhatian dengan sajian pentas kreativitas yang memukau. Penampilan dalang cilik dalam pementasan wayang menjadi salah satu magnet utama, disusul dengan pertunjukan karawitan, musik keroncong, serta berbagai tarian daerah yang dibawakan dengan apik oleh para siswa.
Tak hanya seni pertunjukan, ditampilkan juga dokumentasi apresiasi terhadap siswa yang telah meraih prestasi dalam beberapa tahun terakhir, yang dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para siswa berprestasi tersebut. Di sudut lain, keceriaan juga terlihat di bazar makanan dan minuman yang dikelola secara mandiri oleh siswa dari setiap kelas.
Kehadiran Tamu Undangan dan Dukungan Komunitas
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Yayasan Kanisius Pusat, Romo Ignasius Aria Dewanto, SJ. Turut hadir pula para frater, suster, dewan paroki Wonosari, serta para alumni dan guru-karyawan purna tugas yang kembali untuk menyambung tali silaturahmi.
Hadir pula tokoh-tokoh pendidikan, seperti Ketua Komite Sekolah, para kepala SD dan TK Kanisius se-Gunungkidul, hingga kepala sekolah dari TK dan SMA di kompleks gereja sekitar.
Sinergi dan Gotong Royong
Kepala Sekolah mengungkapkan bahwa kesuksesan acara yang berakhir pada pukul 13.00 WIB ini tidak lepas dari dukungan luar biasa dari berbagai pihak. “Acara ini dapat berlangsung berkat perhatian dan sumbangsih nyata dari para pemerhati, umat, alumni, hingga orang tua siswa,” ujarnya. Romo Aria mengungkapkan bahwa acara seperti ini menjadi sarana membangun jembatan komunikasi dengan berbagai pihak untuk membangun sekolah semakin maju dan bertahan dalam tantangan zaman.
Sinergi antara sekolah dan komunitas ini membuktikan bahwa semangat Santo Petrus Kanisius terus hidup dalam mendidik generasi muda yang cerdas dan berbudaya di wilayah Gunungkidul.