Girisonta - Pagi cerah, burung kutilang bernyanyi riang mengiringi langkah ceria anak- anak dan para guru di SD Kanisius Girisonta. Mereka bersiap mengikuti upacara untuk memperingati hari lahir ibu Kartini sang pahlawan emansipasi.
Upacara kali ini berbeda dari biasanya karena semua peserta upacara mengenakan pakaian adat untuk mengenalkan sekaligus merawat dan melestarikan pakaian adat sebagai warisan leluhur. Semua khidmat dalam mengikuti upacara, semua menyimak amanat yang disampaikan oleh Bu Tifani.
Setelah upacara selesai anak- anak kembali ke kelas masing- masing untuk memeriahkan peringatan hari Kartini dengan mewarnai gambar untuk kelas bawah dan menggambar wajah ibu Kartini untuk kelas atas. Semua terlibat dan berusaha melakukan yang terbaik seperti apa yang dicita- citakan oleh ibu Kartini.
Saat ini semua anak baik laki- laki maupun perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar dan berupaya mewujudkan apa yang dicita- citakan. Sebagai gambaran nyata anak- anak kelas VI yang berjumlah 33 anak terdiri dari 21 anak laki- laki dan 12 anak Perempuan.
Mereka mempunyai kesempatan yang sama dalam belajar. Mereka semua mempunyai kesempatan yang sama dalam mengikuti ujian yang merupakan integrasi dari TKA (Tes Kemampuan Akademik) dan AN (Asesmen Nasional). Semua anak ikut pendampingan berupa tambahan jam pelajaran yang diberikan oleh para ibu guru serta pendampingan karakter dan persiapan mental oleh Bruder Hadi Prayitna SJ.
TKA di SD Kanisius Girisonta dilaksanakan pada tanggal 22 dan 23 April 2026 (gelombang 2, sesi 1). Pengalaman pertama pelaksanaan TKA tentu perlu persiapan matang, mulai dari perangkat komputer, jaringan listrik dan internet, webcam, dan lingkungan yang tenang dan mendukung terlaksananya TKA.
Sekolah dan orang tua murid telah berupaya, di sekolah maupun di rumah, membangun kerjasama yang terjalin erat untuk mendukung terlaksananya TKA.
Semua usaha itu akan semakin kokoh dan terberkati dengan doa dan restu-Nya. Maka saat kelas lain mewarnai dan menggambar dengan tema “Kartini”, anak- anak kelas VI bersama Bruder Hadi dan beberapa guru berdoa bersama. Bruder Hadi dan beberapa guru mengucap syukur sudah boleh berproses sejauh ini dan tetap memohon pertolongan-Nya untuk lancarnya pelaksanaan TKA.
Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan makan soto bersama sebagai bekal jasmani menghadapi TKA. Kebersamaan dalam doa dan makan soto meskipun sederhana semakin menguatkan kebersamaan dan mengobarkan semangat kami untuk menghadapi TKA.