Desember selalu membawa keajaiban tersendiri. Namun demikian bagi 32 murid terpilih dari sekolah kami, Desember 2025 adalah babak baru dalam sejarah pertumbuhan talenta dan iman mereka. Sebagai guru yang mendampingi perjalanan ini, saya menyaksikan bagaimana sebuah mimpi besar bermula dari ruang kelas kecil di sekolah kita tercinta di SMP Kanisius Kalasan, hingga akhirnya bergema di panggung megah Jakarta.
Perjalanan ini tidak didapatkan dengan instan. Sejak bulan-bulan sebelumnya, 3 putra dan 29 putri terbaik kami telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran mereka untuk berlatih tanpa lelah. Di bawah bimbingan pelatih vokal Ibu Devi, para murid ini mengasah teknik dan rasa. Latihan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah; tak jarang mereka harus mengikuti latihan tambahan di kediaman sang pelatih demi mencapai standar kualitas yang memuaskan.
Lika-liku persiapan ini bukanlah sesuatu yang mudah. Di tengah padatnya aktivitas belajar, tugas sekolah dan tugas-tugas di rumah, para murid tetap konsisten hadir. Lelah fisik sering kali terlihat di wajah mereka, namun semangat untuk memberikan persembahan terbaik bagi Tuhan jauh lebih besar daripada rasa kantuk yang menyerang. Inilah karakter yang selalu kami tanamkan di sekolah: ketekunan dan dedikasi.
Pada tanggal 23 Desember 2025, perjalanan yang dinanti pun tiba. Dengan satu bus besar, rombongan kami bertolak menuju Jakarta. Perjalanan sekitar 10 jam tentu bukan waktu yang singkat. Namun, rasa lelah itu seolah luntur saat kami bergabung dengan tim orkestra ternama di Yogyakarta yang bernama “Yogyakarta Oratorio Society”. Sinergi antara suara manusia dan instrumen musik mulai terbangun.
Pukul 20.00 WIB malam, setibanya di Jakarta dengan kondisi tubuh yang belum sepenuhnya segar, para murid justru menunjukkan antusiasme luar biasa. Mereka melakukan latihan terakhir (prosedur teknis) bersama tim orkestra. Di tengah dinginnya malam Jakarta, hati mereka tetap hangat dengan kegembiraan. Setelah memastikan semua nada terkunci dengan sempurna, kami beristirahat demi menjaga stamina untuk hari kemenangan di esok hari.
Tepat pada 24 Desember 2025, suasana haru dan bangga menyelimuti lokasi acara. Sejak pukul 10.00 WIB pagi, para murid sudah sibuk melakukan geladi bersih, check sound, hingga pengaturan posisi (blocking) di atas panggung yang sangat luas. Penataan panggung yang megah dan sistem suara yang profesional sempat membuat detak jantung terasa lebih cepat.
Pukul 17.00 WIB, momen yang dinantikan tiba. Ribuan pasang mata jemaat Gereja Reformed Injili Indonesia telah memenuhi ruangan, menciptakan suasana Natal akbar yang sangat khidmat. Dengan balutan busana hitam yang elegan, 32 murid kami berdiri tegak sebagai pengisi acara kedua. Saat dirigen mengangkat tangan dan orkestra mulai memainkan intro, rasa gerogi itu berubah menjadi kekuatan.
Dua lagu pujian Natal dilantunkan dengan harmoni yang sangat indah. Suara mereka membelah keheningan ruangan, mengajak ribuan jemaat ikut bernyanyi dengan penuh pengharapan. Di bawah lampu sorot panggung Indonesia Arena di Komplek Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, mereka bukan sekadar bernyanyi; mereka sedang bersaksi tentang bakat yang Tuhan titipkan.
Bagi para murid, ini bukan sekadar unjuk bakat, melainkan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. Berdiri di panggung nasional disaksikan ribuan orang adalah pencapaian yang membanggakan. Melalui kegiatan ini, sekolah kami membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas melalui buku teks, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang mengasah kepercayaan diri, mentalitas, dan iman.
Di SMP Kanisius Kalasan ini, setiap talenta sekecil apa pun itu akan dipupuk dengan penuh kasih hingga mampu bersinar di panggung-panggung besar, seperti yang telah ditunjukkan oleh 32 murid ini di Jakarta.