“Dua D dua K itu semangat kita. Doa derma kurban kesaksian. Kita lakukan dengan gembira demi cinta pada Tuhan. Kita lakukan dengan gembira wujud cinta bagi sesama.”
Sebuah penggalan lagu yang dinyanyikan dengan semangat oleh anak-anak kelas IXB. Sebuah lagu yang indah karena dipermanis dengan permainan organ oleh Gaeta seorang siswa yang multitalenta. Lagu “2 D 2 K” merupakan lagu yang disemangati dan dihidupi oleh anak-anak misionaris yang berada di SMP Kanisius Kalasan.
Bulan Prapaskah merupakan bulan di mana anak-anak SMP Kanisius Kalasan mengembangkan hidup doa, derma, berkurban dan bersaksi pada teman-teman dan lingkungannya. Masa Prapaskah tahun 2026 mengusung tema utama “Menjadi Murid Misioner yang Berdampak”. SMP Kanisius Kalasan mengadakan pertemuan APP sebanyak 3 kali, dan pada pertemuan APP yang kedua ini mengambil tema “Remaja yang Bersemangat” dan dipimpin oleh guru agama yaitu Ibu Theresia Yuliastutie.
Renungan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah dan menghadirkan suasana hening dan penuh makna. Bu Yuli menyampaikan kotbah yang sangat menyentuh hati sehingga ada dua anak yang berani maju, yaitu Diajeng dan Naomi. Mereka berdua bersaksi bagaimana mereka mengembangkan pelayanan di sekolah seperti isi renungan yang telah disampaikan. Anak-anak berani meneladan Timotius, seorang murid Paulus, yang berani berkiprah dalam penginjilan. Semoga pelayanan anak-anak sangat berdampak positif terhadap teman-teman dan lingkungan sekolah.
Dengan mengembangkan cara berdoa, berderma, berkurban, dan bersaksi, maka anak-anak sungguh menjadi seorang misionaris kecil yang berani mewartakan kabar suka cita melalui talenta yang dimiliki. Kita berharap pelayanan mereka di mana pun sungguh berdampak dengan menjadi berkat bagi teman-teman yang membutuhkan.
Secara ringkas ibadat APP di sekolah bertujuan menjadikan murid Katolik tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga solider dan bermakna bagi masyarakat. Kegiatan ini juga mendidik para murid untuk peka terhadap sesama yang berkekurangan serta mewujudkan iman dalam tindakan nyata.
Setiap masa Prapaskah mengajarkan makna akan puasa dan pantang, terlebih berpantang jajan dan belajar berhemat. Dari hasil pantang tersebut, para murid diajarkan terlibat mengumpulkan uang setiap hari dengan menyisihkan uang sakunya. Di akhir masa Prapaskah, uang tersebut akan didonasikan kepada teman-teman di sekolah yang membutuhkan dalam bentuk sembako, alat tulis, dan uang sekolah.