Suasana penuh sukacita. Hari Raya Paskah sungguh terasa di Paroki Santa Perawan Maria Lourdes Promasan. Terlebih bagi SD Kanisius Kenalan yang turut ambil bagian dalam perayaan ini dengan memberikan kenang-kenangan berupa cikal (tunas kelapa) kepada tiga anak yang menerima Sakramen Baptis. Mereka yang dibaptis adalah Gregorius, Angela, dan Benediktus. Perayaan ini menjadi momen penting tidak hanya bagi keluarga, namun juga bagi komunitas umat beriman.
Inilah salah satu wujud sinergi antara sekolah, Gereja, dan masyarakat. Penyerahan cikal dilakukan oleh 3 (tiga) perwakilan murid SD Kanisius Kenalan, yaitu Noel, Catrine, dan Kinza. Keterlibatan murid dalam momen ini merupakan wujud partisipasi aktif dan kepedulian anak dalam kehidupan Gereja dan masyarakat. Penyerahan cikal yang telah diberkati oleh Romo Aditya Reliantoko Pr dilaksanakan di luar tata perayaan liturgi. Momen ini menjadi ungkapan doa dan harapan bersama bagi perjalanan hidup iman anak.
SD Kanisius Kenalan memaknai pemberian cikal sebagai pelengkap dari simbol-simbol baptisan yang telah diterima anak, seperti samir dan lilin. Cikal tersebut dinamai “cikal panguripan” yang diberi nama sesuai nama baptis anak, sebagai simbol harapan pertumbuhan iman dan kehidupan mereka di masa mendatang.
Cikal dipilih sebagai simbol kehidupan yang bertumbuh dan memberikan manfaat. Tunas kelapa dikenal mampu tumbuh di berbagai tempat serta memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Hal ini melambangkan harapan agar anak-anak yang telah dibaptis ini dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat dalam iman, tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, dan senantiasan memberi manfaat bagi sesama di mana pun mereka berada.
Melalui aksi ini, SD Kanisius Kenalan menegaskan komitmennya sebagai bagian dari komunitas Gereja Katolik (Paroki) dalam membentuk generasi yang beriman, berkarakter, dan peduli pada sesama.