Pertemuan APP yang kedua untuk remaja kali ini, Jumat, 13 Maret 2026, mengajak kita menjadi pribadi yang bersemangat. Kata semangat dalam KBBI berarti roh kehidupan atau kekuatan batin untuk berbuat sesuatu dengan antusias atau kemauan untuk berjuang. Dalam hal ini, semangat untuk memberi kesaksian hidup atau antusiasme untuk menjadi teladan bagi sesama.
Sebagai guru di sekolah Kanisius, saya belajar untuk bersemangat, salah satunya dari anak-anak yang saya dampingi di sekolah. Saya menemukan hal-hal menarik dari anak-anak dalam hal memiliki semangat, seperti ada anak-anak yang semangat mengikuti ekstra sampai sore; ada anak-anak yang semangat dengan mengeluh ketika tidak ada ekstra; ada anak-anak yang semangat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan gurunya; ada anak-anak yang semangat memimpin doa novena; ada anak-anak yang semangat untuk membaca materi atau Kitab Suci. Ketika guru berkata, “Yang membaca materi ini atau yang memimpin doa ini adalah…” Belum selesai guru berbicara, beberapa murid mengangkat tangan lalu berkata, ”Aku Pak, aku Pak.” Saya tersentuh begitu semangatnya mereka berbuat kebaikan. Ada yang begitu semangat mengerjakan tugas; ada yang begitu semangat membersihkan kelas; ada yang begitu semangat terlibat kegiatan OSIS,; ada yang begitu semangat berjualan makanan untuk pemasukkan OSIS; ada yang begitu semangat menyiapkan sound; dan ada yang begitu semangat dengan alunan musik yang mereka mainkan.
Tetapi, kadang aku menjadi kurang bersemangat atau rasanya ingin menyerah, mangkel, gregetan. Ktika anak-anak asyik ngobrol atau ribut sendiri ketika gurunya mengajar, berdoa kurang khusyuk, tidak mengerjakan tugas, ditegur baik-baik malah membantah. Namun, di sisi lain, ketika masuk kelas mau mengajar karena capek, ngantuk, tidak enak badan, rasanya kurang bersemangat, aku menjadi bersemangat ketika melihat wajah anak-anak yang bersemangat untuk belajar, ketika melihat keceriaan dan kegembiraan mereka, ketika melihat canda tawa mereka, dan menjadi lebih bersemangat ketika melihat kebaikan-kebaikan mereka.
Melalui bacaan Kitab Suci yang kita dengar pada pertemuan APP untuk remaja ini, kita diingatkan untuk menjadi pribadi yang mau memberi teladan bagi yang lain, memiliki semangat atau antusiasme untuk berbuat kebaikan, memiliki kesaksian hidup yang baik dan memiliki inisiatif-inisiatif kebaikan. Ingat jangan lelah berbuat baik, meski tidak ada yang melihatmu, meski tidak ada yang memujimu, meski malah dicaci atau disalahkan.
Teruslah menjadi pribadi-pribadi teladan dengan berbagi kebaikan karena kita telah diberikan karunia dan berkat yang berlimpah dari Tuhan. Maka bagikan karunia dan berkatmu itu bagi sesama. Meski masih remaja, jangan takut dan minder untuk menjadi teladan dan berbuat kebaikan sebagaimana yang tertulis dalam 1Tim 4:12-13 “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”
Jadilah murid-murid yang fokus belajar, disiplin, memperhatikan ketika gurunya menjelaskan, memiliki inisiatif kebaikan bagi sesamamu; saling membantu, taat aturan dan tetap berbuat kebaikan meski diejek, ditentang, tidak dipuji dan tidak diketahui orang. Semoga kita memiliki semangat, menjadi pribadi yang bersemangat. Bersemangat untuk berbuat kebaikan dan menjadi teladan dengan perkataan, sikap dan tindakan kita, serta milikilah inisiatif-inisiatif baik untuk kebaikan dan kemajuan keluarga, kelas, OSIS, sekolah kita, Gereja dan masyarakat Indonesia. Amin!