Hari Sabtu, 14 Februari 2026 akan diadakan pentas menari disanggar seni tari. Sudah hampir 2 (dua) tahun aku mengikuti les menari di Pondok Seni Dika yang berada di Desa Ngerangan Bayat. Setiap 4 bulan sekali diadakan pentas evaluasi untuk hasil belajar anak-anak sanggar.
Untuk kesempatan ini aku dan teman-temanku akan menarikan tari Kenyo Menik. Tarian ini bercerita tentang anak perempuan yang luwes, lincah, dan anggun. Pada kesempatan ini aku akan menari bersama semua anggota sanggar yang berjumlah 361 anak, dengan pembagian kelas tari yang berbeda. Kelas A untuk anak Paud – TK. Kelas B untuk anak kelas 1 – 3 SD. Kelas C untuk anak kelas 4 – 6 SD. Kelas D untuk anak SMP – SMA. Kelas E untuk kelas anak laki-laki.
Banyaknya anak yang akan pentas, membuat kami harus bersiap dari pagi dengan jadwal make up dan kostum sesuai urutan untuk tampil. Aku yang akan tampil pada pukul 20.30 WIB sudah harus datang untuk ke sanggar pukul 13.30 WIB untuk antri make up dan kostum.
Pasti terbayang lamanya harus menunggu. Tapi percayalah semua itu tak begitu terasa karena teman yang banyak, bisa saling cerita dan bermain saat menunggu giliran make up, kostum dan waktu pentas, sambil melihat yang sudah giliran jadwal pentas.
Akhirnya tiba giliran kelompokku untuk tampil yaitu kelompok C5 dengan anggota: aku Winanti, Saskia, Amanda, Evo, Nawangga, Adiba, Fayola, Cinthia, Asifa, Zakira. Puji Tuhan kami lancar dan hafal semua gerakannya dan tak lupa senyum manis saat tampil. Usai tampil kami pun berfoto bersama.
Aku suka menari karena menurutku menari itu indah dan turut serta melestarikan budaya bangsa. Di sanggar ini selain belajar menari, aku juga belajar berteman dengan teman yang berbeda sekolah dan berbeda agama. Dengan saling menghargai, bertoleransi dan sopan dengan teman, membuatku bisa berteman dan rukun dengan yang lain.
Pelajaran seni kudapatkan, pelajaran berteman kudapatkan juga, belajar disiplin waktu juga diajarkan di sanggarku. Sungguh kegiatan yang bermanfaat sekali ikut di Sanggar Pondok Seni Dika. Mbak Siti dan mas Dika adalah guru dan pengelola sanggar tapi juga kakak dan teman yang bisa mengarahkan kami menjadi baik.
Terima kasih mbak Siti, mas Dika. Semoga kedepannya aku bisa melakukan hal-hal baik yang sudah diajarkan di sanggar. Terima kasih Tuhan aku diberi kesempatan untuk bisa mengembangkan dan melestarikan budaya bangsaku. “Salam Budaya, Lestari Budayaku”.