Suasana khidmat menyelimuti Gereja Maria Marganingsih Kalasan pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Setelah kegiatan pembelajaran selesai, para murid berkumpul dengan satu tujuan mulia yaitu mengawali masa Prapaskah melalui kegiatan Renungan Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang pertama. Kegiatan yang menjadi agenda rutin sekolah ini bertujuan untuk memperdalam refleksi iman para murid sekaligus memberikan aksi nyata bagi sesama dan alam ciptaan.
Kegiatan dimulai tepat pukul 12.20 WIB, dihadiri oleh seluruh murid serta Bapak Ibu guru dan karyawan. Kehadiran warga sekolah yang memenuhi bangku-bangku gereja menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyambut masa pertobatan ini. Renungan kali ini dipimpin langsung oleh Bapak Petrus Susanto, S.Pd. Beliau adalah seorang pendidik yang dikenal memiliki kedalaman spiritual dan kedekatan dengan para murid.
Tema renungan APP yang pertama adalah “Menjadi Pribadi yang Peduli”. Tema ini dirasa sangat relevan dengan kondisi global saat ini, di mana krisis kemanusiaan dan kerusakan lingkungan menjadi tantangan besar bagi generasi muda.
Dalam khotbah dan renungannya, Bapak Santo menekankan bahwa masa Prapaskah bukan sekadar rutinitas keagamaan tentang menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, beliau mengajak seluruh murid untuk menoleh ke sekeliling mereka.
“Kepedulian tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Memperhatikan teman yang sedang sedih atau sesederhana mengelola sampah yang dihasilkan untuk mendukung program zero sampah adalah bentuk nyata dari pertobatan kita,” ujar Bapak Petrus dalam narasinya yang menyentuh.
Beliau memaparkan bahwa mencintai Tuhan harus diwujudkan melalui dua jalur utama yaitu pertama, jalur kemanusiaan dengan menjadi pribadi yang peka terhadap penderitaan sesama, berbagi beban, dan menumbuhkan sikap toleransi; dan kedua, jalur ekologis dengan menyadari bahwa bumi adalah "Rumah Kita Bersama" yang harus dijaga kelestariannya sebagai bentuk tanggung jawab iman.
Selama kegiatan berlangsung, para murid diajak untuk hening sejenak, merefleksikan perilaku mereka selama setahun terakhir. Apakah mereka sudah cukup peduli terhadap teman-temannya? Ataukah mereka justru menjadi penyumbang kerusakan lingkungan dengan gaya hidup yang boros plastik dan energi?
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk mengisi kotak APP sebagai bentuk penyaluran dana kasih bagi mereka yang membutuhkan. Melalui renungan ini, diharapkan para murid tidak hanya membawa pulang pengetahuan secara kognitif, tetapi juga membawa perubahan sikap yang nyata dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah.
Pelaksanaan renungan di Gereja Maria Marganingsih Kalasan ini berjalan dengan lancar dan penuh makna. Dengan semangat "Peduli terhadap Sesama dan Lingkungan", seluruh komunitas sekolah diharapkan mampu menjalani masa Prapaskah dengan penuh kasih, demi mewujudkan pribadi yang lebih baik dan lingkungan yang lebih asri.