Semangat untuk terus berkembang dan berdaya saing di era digital terus digelorakan oleh Yayasan Kanisius. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya unggul dalam proses pembelajaran, tetapi juga mampu mengelola informasi serta mempublikasikan berbagai kegiatan sekolah secara menarik dan profesional kepada masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, pada Jumat, 6 Maret 2026, Yayasan Kanisius Cabang Surakarta menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik, Branding Digital, dan Artificial Intelligence (AI) untuk Sekolah yang berdaya saing. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Ignatius Loyola Gereja Purbayan Surakarta dan diikuti oleh para kepala sekolah serta tim media sosial dari 32 sekolah di lingkungan Yayasan Kanisius Cabang Surakarta.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ricardo De Melo, yang membagikan berbagai wawasan serta pengalaman mengenai pentingnya pengelolaan informasi dan publikasi kegiatan sekolah secara efektif di era digital. Dalam pemaparannya, Ricardo menekankan bahwa sekolah perlu memiliki kemampuan dalam menyampaikan berbagai kegiatan positif yang dilakukan kepada masyarakat melalui media yang tepat.
Menurutnya, publikasi yang baik dapat membantu masyarakat mengenal lebih dekat kehidupan sekolah, proses pembelajaran, serta berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, kemampuan menulis berita sekolah menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh para pengelola media sekolah.Dalam sesi pelatihan, peserta diajak memahami teknik dasar penulisan berita melalui pendekatan 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How). Metode ini membantu peserta dalam menyusun sebuah peristiwa menjadi berita yang jelas, sistematis, dan mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada struktur piramida terbalik, yaitu teknik penulisan berita yang menempatkan informasi paling penting di bagian awal tulisan.
Tidak hanya menerima teori, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung. Dalam sesi ini, peserta diminta mengolah sebuah peristiwa menjadi berita yang informatif dan menarik. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi serta pertukaran pengalaman antarpeserta mengenai pengelolaan media sekolah di masing-masing lembaga.
Selain materi jurnalistik, peserta juga dikenalkan pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam pembuatan konten publikasi sekolah. Teknologi AI dapat membantu mempercepat proses penulisan berita, mengembangkan ide konten, serta mendukung pembuatan materi publikasi yang lebih kreatif dan menarik. Namun demikian, narasumber menegaskan bahwa teknologi tetap harus digunakan secara bijak dengan tetap mengedepankan akurasi data serta nilai-nilai pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Kanisius Cabang Surakarta berharap setiap sekolah mampu mengembangkan kemampuan jurnalistik, memperkuat branding digital sekolah, serta memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung publikasi kegiatan sekolah. Dengan demikian, berbagai kegiatan, inovasi, dan prestasi sekolah dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas sekaligus menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan.