Hai teman-teman! Aku Syifa. Aku akan menceritakan pengalaman pertamaku saat mengikuti bootcamp bulan lalu yang dilaksanakan di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan atau gedung LPMP. Saat itu tidak hanya aku saja yang mengikuti bootcamp tetapi juga bersama dengan tiga temanku lainnya, yaitu Johan, Maura, dan Ega.
Kami berempat mendapat pengalaman baru dan juga teman baru. Itu benar-benar menyenangkan. Selain itu kami juga mendapatkan materi untuk pengembangan diri dari mentor-mentor profesional. Kami juga bertemu dengan Asisten Kementerian Pendidikan Indonesia. Beliau menceritakan mengenai perkembangan zaman saat beliau masih bersekolah dulu. Aku sangat berantusias mendengarnya!
Aku juga akan menceritakan salah satu materi yang aku dapatkan, tentunya yang benar benar membuatku tertarik dan aku akan praktekan dalam kehidupan sehari-hari. Materinya adalah “Rumus Komunikasi Efektif”. Dari judulnya saja sudah sangat menarik. Bagaimana dengan isi materinya? Semoga benar-benar cocok untuk kalian yang ingin berkomunikasi dengan orang lain maupun teman sebaya.
Aku sangat suka berkomunikasi dengan orang orang di sekitarku. Maka dari itu aku sangat menyukai materi yang berupa “Rumus Komunikasi Efektif” ini. Saat berkomunikasi tentunya kita juga harus memperhatikan lawan bicara kita. Apakah ia sedang mendengarkan kita atau tidak? Pasti kalian juga akan merasa kelelahan jika sedang bercerita namun lawan bicara kita hanya sibuk bermain Handphone.
Nah, aku juga akan membagikan tips atau kiat agar saat kalian sedang berbicara, lawan bicara kalian juga akan mengamati dan mendengarkan kalian. Sebelum itu kalian juga harus mendengarkan lawan bicara kalian. Jangan asal ngomong terus, tetapi dengarkan dan pahami dulu perasaannya. Gunakanlah bahasa yang santai untuk teman sebaya dan bahasa yang sopan untuk orang yang lebih tua. Kalian juga jangan lupa untuk tatap mata lawan bicara kita agar dia tahu kalau kamu sedang serius mendengarkannya. Tetapi jangan sampai kamu tidak berkedip, nanti dia jadi ketakutan deh. Jangan sampai kalian memotong pembicaraan. Dengarkan dulu sampai selesai lalu mulailah berbicara. Semoga tips yang aku berikan ini bisa bermanfaat untuk kalian.
Selain mendapatkan materi, aku juga mendapatkan teman baru! Itu rasanya sangat menyenangkan karena bisa memiliki relasi seluas samudra! Aku mendapatkan banyak teman OSIS dari beberapa sekolah lain. Kami saling bertukar cerita, berbagi, dan juga menceritakan mengenai sekolah kita masing masing. Yang kita ceritakan adalah hal-hal yang positif.
Sebelum kembali ke sekolah, kami juga membuat RTL yaitu Rencana Tindak Lanjut. Apa yang akan kami tindak lanjuti selepas kegiatan bootcamp. Aku dengan tiga temanku lainnya dibantu oleh guru pembimbing kami yaitu Bu Jussi. Kegiatan ini hanya terlaksana selama dua hari satu malam, karena itu tidak banyak cerita yang dapat aku luapkan.
Itulah cerita pengalaman pertamaku saat mengikuti bootcamp. Kegiatan ini benar benar bermanfaat untukku dan teman-temanku yang sedang dalam proses pengembangan diri.