Kepemimpinan tidak hanya bakat namun harus dilatihkan atau dibentuk. Beranjak dari pengalaman sebagai guru, beberapa guru ini dipilih untuk mempersiapkan diri lebih intens menjadi seorang pemimpin di sekolah. Kegiatan Kursus Kepemimpinan Sekolah (KKS) ini sudah berlangsung 4 (empat) tahap. Ini adalah Tahap IV (angkatan IV), Periode ke-2.
Kepemimpinan dalam pendidikan adalah seni membimbing dengan hati, mendidik dengan teladan, dan memberdayakan dengan kepercayaan. Pada periode ke-2 ini, KKS diselenggarakan di Bandungan pada tanggal 8-9 Mei 2025. Kami mengundang Bapak Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D dari FKIP Universitas Sanata Dharma. Bapak Sarkim mengajak para guru untuk memperdalam suatu pedagogi pembelajaran reflektif. Dia menegaskan betapa mendasarkan bahwa seorang pemimpin memiliki daya reflektif dalam hidupnya. Kemampuan reflektif ini sangat membantu melatih penalaran, yakni kemampuan berpikir secara logis dan sistematis dan sekaligus mengasah kepekaan hati dalam memilah dan memilih sesuatu hal.
Bapak Aloysius Kristiyanto, S.Pd., M.Pd., Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang, juga membantu para peserta untuk memahami apa saja "tuntutan" seorang Kepala Sekolah dalam mengelola sekolah. Mereka juga perlu tahu penekanan-penekanan penting dalam implementasi kurikulum dan penggunaan dana-dana bantuan dari pemerintah.