Suasana pagi hari di halaman SD Kanisius Sorogenen terasa cerah dan penuh sukacita. Siswa kelas 5 berkumpul di kebun sekolah dengan senyum lebar di wajah mereka. Hari itu adalah waktu yang ditunggu-tunggu, yaitu memanen cabai yang telah dirawat sejak kecil. Melalui tangan kecil mereka, anak-anak memetik cabai merah yang segar sambil saling membantu dan memberi semangat.
Kegiatan memanen cabai ini menjadi wujud nyata semangat ARDAS Keuskupan Agung Semarang. Begitu juga dengan SD Kanisius Sorogenen menjadi sekolah yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. Anak-anak merasakan kebahagiaan saat bekerja bersama dan bersyukur atas hasil ciptaan Tuhan. Kebun sekolah menjadi tempat belajar yang menginspirasi, karena dari tanaman sederhana, anak-anak diajak belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hasil panen pun juga membawa kesejahteraan karena dapat dimanfaatkan bersama dan membantu sesama.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai UAP (Universal Apostolic Preferences) juga dihidupi. Anak-anak belajar berjalan bersama dalam kebersamaan, merawat bumi sebagai rumah bersama, serta menemukan Tuhan dalam setiap kegiatan sederhana. Dengan pendampingan guru, anak-anak diajak merefleksikan bahwa merawat tanaman hingga panen adalah bentuk kasih kepada Tuhan, sesama, dan alam.
Panen cabai di halaman sekolah SD Kanisius Sorogenen bukan hanya kegiatan belajar, tetapi juga pengalaman iman. Anak-anak SD Kanisius Sorogenen bertumbuh menjadi pribadi yang gembira, peduli, dan siap menjadi berkat. Dari kebun kecil di sekolah ini, mereka belajar menabur harapan, menjadi bagian dari Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan bagi dunia.