Pada Selasa, 11 Agustus 2026, siswa-siswi SD Kanisius Delanggu mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ansambel musik dengan memanfaatkan berbagai benda sederhana, termasuk ember bekas, sebagai alat musik. Kegiatan ini berawal dari gagasan Kepala Sekolah, Ibu Mariya, yang memiliki kecintaan terhadap seni musik dan ingin menghadirkan ruang bagi siswa untuk belajar serta berekspresi melalui musik, meskipun sekolah belum memiliki perangkat drumband. Dengan kreativitas dan semangat berkarya, ember bekas pun disulap menjadi alat musik yang menghasilkan irama. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sarana bukanlah penghalang untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna bagi siswa.