Sabtu, 10 Januari 2026 dalam rintik hujan pagi itu suasana halaman sekolah Kanisius Jatingaleh mendadak berubah menjadi panggung penuh warna dan kehangatan. Meski sempat diwarnai drama kepanikan panitia, perayaan Natal tahun ini justru menjadi bukti nyata bahwa penyertaan Tuhan hadir di tengah keluarga besar Kanisius. Ujian iman sempat menghampiri panitia tepat dua hari sebelum acara (H-2). Lokasi yang semula direncanakan di Gereja St. Athanasius Agung (Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Karangpanas) harus dialihkan ke halaman sekolah. Namun, di balik kebingungan itu, tangan Tuhan bekerja melalui kemurahan hati Romo dan Dewan Paroki, serta gotong royong luar biasa dari para guru dan orang tua.
Halaman sekolah yang akrab bagi anak-anak disulap menjadi tempat ibadat dan panggung seni yang wow namun tetap terasa "homey". Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa di mana pun kita berkumpul atas nama-Nya, di situlah berkat melimpah. Selaras dengan tema Natal 2025, "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga" (Matius 1:21-24), perayaan kali ini terasa sangat istimewa. Sekolah tidak hanya mengundang para siswa, tetapi juga mengajak seluruh anggota keluarga. Halaman sekolah dipenuhi senyum sukacita. Tidak hanya orang tua, tampak pula Eyang Kakung, Eyang Putri, hingga adik-adik kecil yang ikut meramaikan suasana. Inilah wujud nyata dari tema tersebut: bahwa kehadiran Allah dialami secara konkret melalui relasi kasih dalam keluarga yang saling mendukung dan hadir satu sama lain
Acara diawali dengan Misa Kudus yang dipimpin secara khidmat oleh Rm. Bonifasius Dwi Yuniarto Nugroho, Pr. Dalam suasana syukur, anak-anak diajak untuk memaknai kelahiran Yesus sebagai anugerah terbesar bagi hidup mereka. Kemeriahan memuncak saat panggung hiburan dimulai. Adik-adik dari KB, TK A, dan TK B tampil sangat percaya diri. Mulai dari Tarian Ceria Bareng “Gita Surga Bergema”, hingga penampilan multibahasa dalam gerak dan lagu Mandarin seperti Qin Ai Yesu, Women Xiongdi Jiemei, dan Women Zhu Ni Sheng Dan Kuai Le. Tak ketinggalan, kemampuan bercerita dalam Story Telling English Kids Club memukau para penonton. Kakak-kakak dari SD kelas 1 hingga kelas 6 pun tidak mau kalah, mereka menampilkan berbagai aksi panggung yang seru dan penuh baka.
Di sudut-sudut acara, nampak binar bangga dari mata para orang tua yang sibuk mengabadikan momen anak-anak mereka. Kehadiran Sinterklas menambah riuh suasana, terutama saat pembagian bingkisan. Satu hal yang menarik perhatian adalah antrean panjang di sekitar area photobooth; sebuah tanda bahwa setiap keluarga ingin mengabadikan memori indah Natal tahun ini dalam lembaran foto keluarga. Menghubungkan sukacita ini dengan perayaan Pembaptisan Tuhan yang kita rayakan pada hari ini, kita diingatkan pada ayat emas: “Hendaklah Ia semakin besar dan aku semakin kecil.”
Dalam konteks pendidikan dan keluarga, semangat ini menjadi panggilan bagi para orang tua dan guru. Biarlah ego dan kepentingan pribadi kita mengecil, sehingga potensi, bakat, dan iman anak-anak kita sebagai bintang masa depan dapat tumbuh semakin besar. Tugas orang tua adalah menjadi saksi dan pendukung utama agar cahaya Kristus dalam diri anak-anak semakin bersinar terang. Keluarga adalah palungan pertama bagi tumbuh kembang anak. Melalui Natal di Kanisius Jatingaleh ini, kita diingatkan kembali bahwa ketika keluarga berkumpul dalam kasih, Allah sungguh hadir di tengah kita.