Masa Advent telah memasuki minggu yang ketiga. Pada Minggu Advent III, yang dikenal sebagai Gaudete Sunday atau Minggu Sukacita, fokus utamanya adalah pada "joy" atau sukacita.
Makna sukacita dalam Minggu Advent III bukan sekadar kegembiraan sementara, melainkan sukacita mendalam yang bersumber dari janji Allah. Kata "Gaudete" berasal dari bahasa Latin “Gaudere” yang berarti “bersukacitalah”, diambil dari Filipi 4:4 dalam Alkitab, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”
Di tengah masa penantian yang penuh refleksi dan penebusan dosa, minggu ini mengingatkan kita bahwa Natal semakin dekat, sehingga ada alasan untuk bergembira. Sukacita ini melambangkan kegembiraan mereka yang menderita dan sakit untuk memperoleh pembebasan seperti dinubuatkan oleh Nabi Yesaya. Ada harapan baru tentang penebusan yang membawa cahaya di tengah kegelapan dunia dan penderitaan manusia. Dalam tradisi, lilin ketiga pada karangan Advent dinyalakan pada hari ini, melambangkan sukacita yang mencerahkan hati umat beriman.
Salah satu elemen unik Minggu Advent III adalah penggunaan warna liturgi pink atau rose dalam pakaian imam dan dekorasi gereja. Warna ini berbeda dari ungu yang dominan selama Advent, yang melambangkan penebusan dan persiapan. Warna Pink melambangkan sukacita yang lembut dan harapan yang mendekat, seperti fajar sebelum matahari terbit, menandakan bahwa masa penantian hampir berakhir
Tradisi penggunaan warna pink ini dimulai pada abad pertengahan di Gereja Katolik Roma, sekitar abad ke-13, sebagai bagian dari Gaudete Sunday. Saat itu, Advent dianggap sebagai masa puasa mirip Prapaskah, dan Gaudete Sunday menjadi hari "istirahat" di mana puasa diringankan untuk merayakan sukacita. Warna pink, yang lebih ringan dari ungu, menyimbolkan kegembiraan ini, serupa dengan Laetare Sunday pada Minggu Prapaskah IV. Hingga kini, tradisi ini terus dipraktikkan di Gereja Katolik, Anglikan, dan Lutheran, mengajak umat untuk merayakan sukacita di tengah tantangan hidup.
Dalam konteks sekarang ini, Minggu Advent III mengingatkan kita bahwa sukacita sejati datang dari iman, bukan keadaan luar. Meski dunia penuh ketidakpastian, janji Natal membawa harapan yang tak mengecewakan. Mari kita rayakan sukacita ini dengan hati terbuka, menanti kedatangan Sang Emanuel: Allah beserta kita! Sang Juruselamat! Dan bersama-Nya, kita melanjutkan peziarahan hidup dengan penuh harapan.