Hari ini Kamis, 30 Oktober 2025 merupakan puncak acara HUT Kanisius ke-107 dan Hari Pangan Sedunia di sekolah kami. SD Kanisius Bayat mengadakan kirab budaya dan gunungan hasil bumi. Semua siswa dan para guru hari ini berhias dengan menggunakan baju adat dan berdandan. Aku pun telah bersiap dengan baju kebaya biru serta dandan cantik dibantu ibu.
Setiba di sekolah, teman - teman satu sekolah sudah bersiap di halaman sekolah untuk mengikuti kegiatan apel pagi dan berdoa bersama. Setelah itu arahan diberikan demi kelancaran acara. Kirab budaya dimulai dari sekolah dan berjalan menuju joglo yang terletak di desa Paseban. Urutan kirab ditentukan demi kelancaran kirab: kelas 6 paling depan dengan membawa spanduk kirab, diikuti kelas 1, lalu kelas 5, kelas 2, kelas 4 dan kelas 3. Kami saling menjaga saat di jalan agar aman saat di jalan raya. Lalu gunungan dibawa dengan mobil pickup karena berat untuk dipikul anak-anak ataupun guru.
Gunungan ada 2 dan berukuran cukup besar dengan isi sayur mayur dan hasil bumi seperti terong, jipan, jagung, cabe, tomat, wortel, pisang, nanas dan jeruk bali. Semua itu hasil dari pengumpulan seluruh murid sebagai wujud syukur atas berkat Tuhan. Kirab budaya kami sangat meriah dan menarik orang-orang di sepanjang jalan yang kami lewati untuk berhenti dan melihat. Sambil jalan kami juga bernyanyi dan melambaikan tangan pada para warga.
Tak terasa akhirnya kami sampai di Joglo Paseban. Di sana acara dimulai dengan bernyanyi lagu Indonesia Raya dan Himne Kanisius lalu satu per satu kelas bernyanyi lagu daerah dimulai dari kelas 1, lagu yang kami nyanyikan saat lomba paduan suara hari Selasa yang lalu.
Dan tiba saat pembagian hadiah lomba kemarin, kelasku tidak mendapat juara apapun, tapi kami senang bisa ambil bagian acara sekolah. Ternyata ada lagi hadiah untuk kostum terbaik. Ada 5 juara semua bajunya bagus. Ada baju adat Aceh, Papua, lampung, Jawa dan Bali.
Akhirnya tiba puncak acara kirab budaya dan gunungan dipimpin Pak Lukas. Kami diberi penjelasan makna gunungan sebagai wujud syukur dan terima kasih atas berkat yang Tuhan beri. Di awali dengan berdoa bersama, sayuran dan hasil bumi digunungan kami bagikan untuk warga di sekitar Joglo Paseban. Senang hatiku bisa berbagi walau mungkin hanya hal kecil tapi aku yakin Rahmat Tuhan tidak akan berhenti ketika kita iklas memberi, seperti pesan ayah dan ibu dengan memberi tidak akan membuatmu miskin tetapi malah menjadi kaya hati.
Acara ditutup dengan makan bersama. Tak lupa kami berdoa dulu dipimpin oleh mbak Tata kelas 6. Soto dan gorengan tempe serta krupuk aku habiskan dengan lahap. Terima kasih acara hari ini berjalan lancar. Rintik hujan mengiringi kami pulang. Terima kasih Tuhan berkah berlimpah tak berkesudahan tercurah untuk kami semua. Terpujilah Namamu selama-lamanya. Amin.