Hari Jumat siang dan Sabtu siang, tanggal 3 dan 4 Oktober 2025, bertempat di Griya Paseban, guru-guru dari tingkat KB TK, SD, dan SMP Kanisius Cabang Semarang mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam yang dijiwai oleh Roh PPR (Paradigma Pedagogi Reflektif). Ada yang berbeda dari pelatihan kali ini, karena pelatihan diikuti oleh para guru Kanisius dan memberikan kesempatan berpraktik mengajar kepada peserta.
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, serta olah raga secara holistik dan terpadu yang memiliki roh 8-3-3-4 yaitu 8 profil lulusan, 3 prinsip, 3 pengalaman, dan 4 kerangka. Secara keseluruhan roh itu terdapat dalam PPR. Inilah fokus utama Pendidikan Yasasan Kanisius yaitu mengedepankan peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran dengan perhatian pada pengembangan murid secara utuh (intelektual, moral, dan spiritual).
Selama dua hari itu peserta tidak hanya mendapat teori tentang fokus dalam mendampingi dan melayani murid di sekolah tetapi juga belajar bersama sekaligus mempraktikkan pembelajaran di kelas. Peserta berdinamika dengan peserta lain sekolah untuk saling memberikan masukan atau pun bertukar pengalaman ketika menghadapi murid-murid di lingkungan sekolah mereka.
Tahap-tahap menyusun perengkat pembelajaran mendalam disampaikan oleh narasumber, yaitu Tim Kurikulum Yayasan. Tim kurikulum Kanisius Cabang Semarang tentunya telah mempersiapkan materi sebelumnya, terbukti dengan penyampaian konsep yang mudah diterima oleh peserta. Konsep belajar bersama antarguru menjadi salah satu kekuatan dari pelatihan ini. Satu persatu unsur yang harus tercantum pada PPM (Perangkat Pembelajaran Mendalam) dijelaskan kepada peserta. Tidak lupa unsur-unsur PPR pun dimasukkan terintegrasi dalam PPM.
5 (lima) aspek PPR, yaitu Konteks: memulai pelajaran dengan menghubungkan materi dengan situasi nyata atau pengalaman hidup murid. Pengalaman: memberikan murid pengalaman belajar langsung (observasi, praktik, eksperimen). Refleksi: ini adalah inti! Pendidik akan belajar cara memancing murid untuk merenungkan pengalaman mereka, menggali maknanya, dan menghubungkannya dengan nilai-nilai Kanisius. Aksi: mendorong murid merencanakan dan melakukan tindakan nyata berdasarkan hasil refleksi bermakna mereka. Evaluasi: menilai proses dan hasil secara menyeluruh menjadi kekuatan pembelajaran guru-guru Kanisius.
Setelah menyusun PPM, dilanjutkan dengan praktik mengajar dalam kelas kecil. Di sinilah pokok penting dari pelatihan ini, yaitu pada saat peserta saling menimba pengalaman dari peserta lain ketika mendampingi murid-murid. Peserta terbagi menjadi beberapa peran. Ada yang berperan sebagai guru model, murid, maupun pengamat. Semua memiliki peran dan tugas berbeda. Peserta mengemas pembelajaran dan disepakati pembelajaran yang dikemas dalam bentuk sosio-drama.
Dalam waktu relatif singkat semua terkonsep dan dieksekusi bersama. Diawali dengan latihan dan akhirnya praktik mengajar. Dengan demikian dalam pelatihan peserta mendapatkan pemahaman secara utuh antar konsep dan praktik pembelajaran tentang Pembelajaran Mendalam yang berjiwa PPR.
Kegiatan diakhiri dengan memberikan komentar ataupun masukan dari praktik belajar bersama tentang kedalaman materi, pendekatan dan respon guru pada murid, sampai pada pelaksaanan aksi dan evaluasi. Sebagai tindaklanjut, pengalaman dalam pelatihan ini dibawa oleh peserta ke sekolah masing-masing untuk dipraktikkan dan diseminasikan kepada guru lainnya. Maju Kanisiusku !!