Jimbaran - TK-SD Kanisius Jimbaran merayakan HUT ke-108 Yayasan Kanisius melalui gerakan menanam dan berbagi kasih. Kami menyelenggarakan kegiatan menanam 108 bibit sayuran dan berbagi 108 bibit sayuran kepada masyarakat sekitar. Kegiatan ini sebagai bentuk nyata pendidikan Kanisius yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan semata tetapi pada pendidikan karakter yang tertuang dalam 5 (lima) Nilai Kanisius yaitu keunggulan, kedisiplinan, kepedulian, kejujuran dan kemerdekaan.
Kegiatan ini terasa istimewa karena mengajak anak-anak mengenal lebih dekat tentang dunia pertanian, belajar mencintai alam semesta, dan belajar memahami hal sederhana yang dapat membawa manfaat untuk sesama. Melalui kegiatan ini, semangat menanam dihadirkan melalui pengalaman nyata yang menyenangkan dan penuh makna.
Hadir sebagai narasumber, yaitu Bruder Antonius Dieng Karnedi, SJ selaku Direktur KPTT (Kursus Pertanian Taman Tani) Salatiga dan didampingi oleh Romo Simon Arief Herdian Putra Tama, SJ. Dalam kegiatan ini, Bruder Dieng menjelaskan teknik menanam sayuran yang benar dan media yang digunakan.
Dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak, Bruder Dieng menjelaskan tahap demi tahap menanam, mulai dari mempersiapkan media tanam yang tidak hanya berupa tanah tetapi ada sekam dan pupuk kandang serta cara menanam yang benar. Anak-anak diajak mengenal tanah yang gembur, mencampur media tanam, cara melubangi media tanam, menempatkan bibit dan menyiram agar tanaman tetap hidup serta tumbuh subur.
Tidak berhenti pada penjelasan, anak-anak mempraktikkan secara langsung cara menanam yang telah dijelaskan oleh Bruder Dieng. Pengalaman ini menjadi pembelajaran kontekstual yang membantu anak-anak memahami bahwa tanaman perlu perawatan untuk bisa tumbuh.
Ada 108 bibit tomat dan sawi sendok sebagai simbol rasa syukur perjalanan Yayasan Kanisius yang telah memasuki usia ke 108 tahun. Setiap bibit yang ditanam menjadi pengingat bahwa pertumbuhan memerlukan proses, ketekunan, dan kepedulian.
Bagi anak-anak, menanam bukan sekadar memasukkan bibit ke media tanam. Mereka akan belajar bertanggungjawab untuk merawat dan menghargai proses pertumbuhan tanaman sampai membuahkan hasil.
Semangat menanam dilanjutkan dengan pembagian 108 bibit terong, cabai, dan tomat kepada masyarakat sekitar. Bibit yang dibagikan diharapkan dapat ditanam dan dirawat di rumah masing-masing. Pembagian bibit tanaman ini menjadi ajakan untuk memulai kebiasaan menanam di rumah dengan lahan yang terbatas sehingga hasilnya dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga.
Melalui kegiatan menanam dan berbagi, TK-SD Kanisius Jimbaran ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berhenti di sekolah. Pelajaran dan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dapat menjadi inspirasi untuk lingkungan sekitar. Nilai-nilai Kanisius yang diajarkan di sekolah diharapkan dapat menjadi budaya yang dilakukan bersama.
Selain menanam, anak-anak juga diajarkan berbagi. Kegiatan berbagi ini diharapkan bisa membentuk karakter menjadi anak Kanisius yang tidak hanya cerdas dalam pengetahuan tetapi mempunyai rasa peka dan peduli terhadap sesama.
Dari 108 bibit yang ditanam diharapkan anak-anak akan bertumbuh untuk selalu mencintai alam. Dari 108 bibit yang dibagi akan tumbuh kebiasaan merawat, dan dengan berbagi kasih sembako akan tumbuh rasa peduli terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, kami semua berharap untuk bisa terus menghidupi semangat Santo Petrus Kanisius baik dalam perayaan kebersamaan maupun aksi nyata sehari-hari seperti mencintai lingkungan, merawat kehidupan, dan semangat berbagi yang selalu diperjuangkan.