Semarang, 27 Agustus 2026 - Pagi di sekitar SMP Kanisius St. Yoris berlangsung berbeda. Alih-alih memulai hari dengan duduk di dalam kelas, ratusan siswa berjajar di sepanjang bantaran selokan. Di tangan mereka, tongkat dan ranting kayu berubah menjadi alat sederhana untuk mengangkat sampah plastik serta kotoran yang tersangkut di aliran air. Canisius Day pagi itu menghadirkan pelajaran yang benar-benar berlangsung di luar ruang kelas.
Turun Tangan Bersama
Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa dari berbagai tingkatan kelas menyusuri area selokan di sepanjang jalan yang berbatasan dengan lingkungan sekolah. Aksi berlangsung kurang lebih satu jam. Di tengah umbul-umbul warna-warni yang ikut meramaikan suasana HUT ke-81 RI, mereka bekerja bergantian menyisir permukaan air dan menjangkau sampah yang tersangkut di bagian aliran yang lebih sulit.
Sebagian siswa bekerja berpasangan atau dalam kelompok kecil. Mereka saling membantu mengarahkan tongkat, mengangkat sampah, dan memastikan hasil yang terkumpul dibuang pada tempatnya. Kerja bersama itu membuat kegiatan tidak sekadar menjadi urusan kebersihan, tetapi juga latihan koordinasi dan tanggung jawab.
Guru dan pihak sekolah mendampingi sepanjang kegiatan agar aksi berjalan aman dan tertib. Kegiatan berada di bawah arahan Kepala SMP Kanisius St. Yoris, Agustinus Agung Budi Sulistiyo, S.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Paulus Nurwiyanto, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Debora Dwi Astuti, S.Pd., serta para wali kelas yang terlibat langsung.
Belajar peduli berarti bersedia turun tangan.
Canisius Day sebagai Ruang Belajar
Canisius Day merupakan program tahunan yang dirancang sekolah untuk menanamkan nilai-nilai Kanisian 4C kepada para siswa. Melalui aksi bersih-bersih selokan, nilai-nilai itu diterjemahkan ke dalam tindakan konkret: peduli terhadap persoalan sampah, bersedia bekerja sama, dan mengambil tanggung jawab terhadap lingkungan masyarakat sekitar.
Pesan yang dibawa sekolah sederhana tetapi penting: pendidikan karakter tidak cukup berhenti pada penjelasan di kelas. Sikap peduli perlu dilatih melalui pengalaman nyata, terutama ketika siswa berhadapan langsung dengan persoalan yang ada di sekeliling mereka.
Pelajaran yang Dibawa Pulang
Melalui kegiatan ini, SMP Kanisius St. Yoris berharap siswa tidak hanya memahami nilai-nilai Kanisian 4C secara teori, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari (red. 4C: Competence, Conscience, Compassion, Commitment). Kepedulian terhadap lingkungan, semangat bekerja bersama, dan tanggung jawab sosial diharapkan tumbuh menjadi bagian dari karakter mereka.
Pagi itu, selokan di sekitar sekolah menjadi lebih dari sekadar tempat yang dibersihkan. Ia menjadi ruang belajar tempat siswa mempraktikkan satu hal yang sering terdengar sederhana: kepedulian akan berarti ketika diwujudkan dalam tindakan.